25 Tahun PTPN Group: PTPN IV melaksanakan Penanaman Mangrove di Pantai Barat dan Pantai Timur Sumut

Home / Berita / 25 Tahun PTPN Group: PTPN IV melaksanakan Penanaman Mangrove di Pantai Barat dan Pantai Timur Sumut

Sumatera Utara – Bergesernya garis pantai di Sumut dikarenakan hilangnya penahan ombak dan adanya abrasi laut. Garis pantai timur Sumut sempat bergeser ke daratan lebih kurang 50-100 meter akibat booming tambak udang pada tahun 1980-an.

Tingginya kerusakan alam akibat abrasi laut menjadi alasan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV untuk terlibat melestarikan alam dengan mangrove di pantai timur Sumatera Utara (Sumut). PTPN IV merasa sudah saatnya dilakukan pemulihan pantai timur secara alami dengan menanam mangrove di wilayah pantai timur Sumut bersama masyarakat, khususnya nelayan. Kekayaan laut yang berada di garis pantai sudah saatnya dikembalikan secara alami untuk kesejahteraan warga.

Direktur PTPN IV, Sucipto Prayitno mengatakan bahwa PTPN IV yang mengelola sejumlah lahan perkebunan di Sumut memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan serta untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kebun.

PTPN IV, selain menanam di pantai timur Sumut, juga melakukan penanaman di pantai barat di daerah Teluk Ilalang, Batang Laping, Mandailing Natal tanggal 18 Maret 2021 lalu.

Untuk melaksanakan penanaman di pantai timur, PTPN IV bekerjasam dengan KSU Muara Baimbai. Penanaman mangrove ini dilaksanakan pada akhir Maret, di Dusun III Desa Sei Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Penanaman mangrove tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat pesisir, karena fungsi mangrove bukan hanya memperindah tepi laut, tetapi juga menahan abrasi laut serta rumah dan tempat pemijahan bagi biota laut yang dapat dimanfaatkan nelayan.

Dengan penghijauan di Kab. Sergai ini, Sucipto Prayitno berharap dapat mengembalikan fungsi laut sebagaimana mestinya. Aksi seperti ini sangat penting, karena dunia kita ini hanya satu, sehingga jika terjadi apa-apa terhadap dunia kita, kita tidak bisa kemana-mana. Jadi harus kita jaga, katanya.

Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) itu mengharapkan kedepan program rehabilitasi alam secara alami dapat terus dikembangkan. Karena saat ini PTPN IV yang memiliki lahan ratusan ribu hektar terus berupaya melakukan terobosan pengelolaan perkebunan yang ramah lingkungan.

Penanaman mangrove di kawasan pantai barat dan pantai timur Sumut terjadi karena dorongan dari Komisaris Utama PTPN IV, Dahlan Harahap. Program menanam mangrove dan penghijauan menjadi salah satu program utama PTPN IV dalam rangka pelestarian alam dan lingkungan di wilayah sekitar perkebunan sawit PTPN IV.

Komisaris independen PTPN IV, Osmar Tanjung mengungkapkan bahwa PTPN IV menyadari dengan penanaman mangrove akan memberi manfaat yang besar kepada masyarakat di pantai timur Sumut.

Proses kebangkitan wisata mangrove di Dusun III Desa Sei Nagalawan tidaklah mudah. Menurut Osmar Tanjung, warga lebih dari 15 tahun memulai kegiatan untuk pemulihan alam. Dulunya, Dusun III Desa Sei Nagalawan mengalami kerusakan alam yang sangat parah akibat adanya operasional tambak. Kerusakan tersebut mengakibatkan kerugian kepada masyarakat yang kebanyakan penduduknya nelayan tradisional.

Melihat keseriusan masyarakat yang tergabung dengan KSU Muara Baimbai, PTPN IV merasa terpanggil untuk memberikan dukungan dan bekerjasama untuk pelestarian alam dan menciptakan ekowisata mangrove di pantai timur Sumut. Dengan harapan Sumut Bermartabat dapat terwujud.

PTPN IV sadar bahwa menjaga garis pantai barat dan pantai timur Sumut menjadi kewajiban perusahaan dalam menjalankan fungsi sosial BUMN. Tema yang dicetuskan PTPN IV untuk pelestarian alam adalah “Jagalah Alam, Maka Alam Akan Menjaga Kita.”

Bulan Maret 2021 merupakan bulan pencanangan merawat alam, lingkungan dan tanggunjawab sosial PTPN IV, karena PTPN IV dan PTPN Group hadir pada 11 Maret 1996, 25 tahun yang lalu. Tahun ini adalah tahun perak kehadiran PTPN di Bumi Nusantara. Harapannya ke depan, PTPN IV dapat bekerjasama dengan Pemprov Sumut untuk menjaga kelestarian alam di Sumut, tutup Osmar.

WhatsApp chat