Ahok Konsisten Berantas Korupsi di Lingkungan Pertamina

Home / Berita / Ahok Konsisten Berantas Korupsi di Lingkungan Pertamina

Jakarta, PKP Berdikari – Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas korupsi di perusahan plat merah tersebut. Pria yang akrab disapa Ahok menyatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan PPATK.

“Jadi sekali lagi, siapapun yang korup di Pertamina, hati-hati anda nikmati. Kami akan lacak anda, melalui PPATK,” tegas BTP dalam wawancara bertema ‘Komisaris Utama Bicara Arah Baru Pertamina’ di akun Youtube resmi Pertamina Minggu, 2 Agustus 2020.

Tidak hanya itu, bahkan BTP secara terbuka menyatakan telah menunjuk seorang dari KPK sebagai Sekretaris Dewan Komisaris Pertamina. “KPK bisa setiap saat bisa minta data apa saja dengan kita (Pertamina),” lanjut mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Ancaman terhadap pelaku korupsi Pertamina oleh BTP bukan gertakan biasa. Dua hari setelah pernyataan itu diunggah atau Selasa, 4 Agustus 2020, Kejaksaan Negeri Cilacap mengumumkan penangkapan buronan tersangka Korupsi di lingkungan Pertamina senilai Rp 4,3 Miliar.

Penangkapan Paulus Andrianto atas dugaan korupsi penyimpangan dalam pengelolaan dan Pertanggungjawaban Dana Jasa Pelabuhan tahun 2018, disiarkan melalui website resmi kejari-cilacap.go.id.

Andrianto yang juga mantan senior manager PT Pertamina Marine Cilacap, diketahui telah mengemplang dana sebesar Rp 4,3 Miliar setelah ada laporan penagihan Syahbandar Pelabuhan kepada PT Pertamina. Padahal, pihak Pertamina telah menganggarkan dana ke rekening Paulus Andrianto untuk pembayaran jasa tersebut pada Juni-Juli 2018 silam.

Sementara itu, penangkapan Andrianto terlaksana berkat kerjasama tim gabungan dari Kejari Cilacap, KPK, Kejari Sleman dan Kejati Yogyakarta. Andrianto ditangkap di kediamannya yang berlokasi di Kelurahan Banyuaren, Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

WhatsApp chat