Gencarkan Tranformasi, Laba BUMN Meroket

Home / Berita / Gencarkan Tranformasi, Laba BUMN Meroket

JAKARTA, PKP BerdikariBadan Usaha milik Negara (BUMN) mencatatkan kinerja positif di tengah pandemi Covid-19. Hingga kuartal III tahun 2021 konsolidasi BUMN berhasil mencetak laba bersih Rp 61 triliun, melonjak dari tahun sebelumnya yang senilai Rp 13 triliun.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menekankan, hal ini merupakan suatu hal yang besar mengingat BUMN juga berperan dalam membantu perekomian negeri. “Dia (perusahaan-perusahaan BUMN) juga harus berkontribusi kepada masyarakat, makanya transformasi BUMN penting,” kata Arya dalam diskusi daring berjudul ‘Transformasi BUMN’, Selasa, 1 Desember 2021.

“Sendi-sendi ekonomi negara kita banyak banget di-support oleh BUMN. Makanya BUMN ini harus sehat, harus bagus. Karena kalau dia sakit itu akan mempengaruhi perekonomian bangsa kita,” tambah Arya.

Kementerian BUMN telah melakukan upaya transformasi, diantaranya dengan restrukturisasi berdasarkan core business, dari 140 ke 108 lalu ke 41 BUMN yang terbagi dalam 12 klaster. Selain itu, BUMN juga memiliki program New BUMN Leadership yang targetnya terdiri dari 15% perempuan dan 5% milenial di tahun 2021, lalu 25% perempuan dan 5% milenial di tahun 2023.

Baca juga:  Perpu KPK: Jokowi Terjebak Dalam Dilema Bangsa Yang Suka Main Paksa

Hal senada disampailan Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim, bahwa transformasi tidak akan pernah berhenti karena perusahaan harus bisa merespon cepat perubahan-perubahan yang akan terus datang.

“Karena memang challenge itu selalu berubah. Organisasi harus bisa merespon daripada perubahan yang ada dan akan ada. Sesuatu yang kekal adalah perubahan. Sehingga manajemen dituntut bisa merespon cepat apakah itu opportunity dan juga permasalahan,” papar Silmy.

Proses digitalisasi dan keberhasilan restrukturisasi menyeluruh, membuat Kraktau Steel dapat berhemat hingga 680 juta USD dan mencetak laba bersih Rp 1,05 triliun per Oktober 2021. Hal itu sekaligus membawa Krakatau Stell semakin memiliki daya saing setelah 8 tahun merugi.

Diskusi daring tersebut turut menghadirkan founder Monday Media Group Muchlas Rowi dan Komisaris Indepen PT Semen Baturaja Endang Tirtana.