Harmoni Kebijakan Kesehatan dan Ekonomi Berbuah Hasil

Home / Berita / Harmoni Kebijakan Kesehatan dan Ekonomi Berbuah Hasil

Jakarta, PKP Berdikari – Keseimbangan antara penanganan kesehatan dan perbaikan ekonomi menjadi pakem pemerintahan Joko Widodo dalam mengentaskan Pandemi Covid-19 di Indonesia. Hasilnya, Indonesia masuk ke dalam jajaran negara yang dianggap berhasil menangani pandemi, tanpa mengalami kemerosotan ekonomi yang dalam.

Merujuk laporan Our World In Data, terdapat asumsi keliru bahwa negara akan mengalami trade-off antara penanganan kesehatan dan perbaikan ekonomi. “Kami justru melihat kebalikannya. Negara yang berhasil melindungi kesehatan penduduknya saat pandemi, pada umumnya juga telah melindungi perekonomiannya,” bunyi laporan tersebut.

Dalam laporan itu, Indonesia berada pada peringkat ke 6 dari 190 lebih negara di dunia dengan penurunan PDB paling rendah. Indonesia berada di bawah Taiwan, Korea Selatan, Lithuania, Finlandia dan Norwegia.

Peringkat Indonesia dinilai sebagai pencapaian yang baik, mengingat jumlah penduduk Indonesia mencapai 270 juta jiwa, jauh lebih banyak dibandingkan 5 negara lainnya. Ditambah lagi, kondisi perekonomian Indonesia saat sebelum pandemi juga tidak lebih baik dari lainnya.

Sebaliknya, negara yang dikenal memiliki perekonomian kuat justru mengalami penurunan ekonomi paling parah saat menghadapi Pandemi Covid-19. Hal itu terjadi di negara seperti Peru, Spanyol, dan Inggris, yang juga memiliki tingkat kematian Covid-19 tertinggi di dunia.

“Negara- negara yang dampak ekonominya kecil seperti Taiwan, Korea Selatan, dan Lithuania (termasuk Indonesia) juga berhasil menekan angkka kematian,” tulisnya.

Keberhasilan Indonesia dalam menekan penularan Covid-19 sekaligus menahan pemburukan ekonomi, dinilai perlu untuk diketahui banyak pihak. Pasalnya, hal itu dianggap akan meningkatkan optimisme dalam menghadapi dampak pandemi yang lebih besar lagi.