IPB Tegaskan Sikap Dalam Merawat Kebangsaan

Home / Berita / IPB Tegaskan Sikap Dalam Merawat Kebangsaan

Bogor, PKP Berdikari –Institut Pertanian Bogor (IPB) menegaskan perannya dalam menjaga semangat kebangsaan di Indonesia. Hal itu dapat dilihat dari sebuah kesepakatan bertema “Komitmen Kebangsaan IPB” yang diinisiasi oleh Keluaga Besar IPB pada Senin (14/10/2019). Kelompok tersebut terdiri dari Pimpinan Organ IPB, Ketua Himpunan Alumni IPB, dan Presiden Mahasiswa KM.

Dalam menyikapi perkembangan situasi di tanah air dan di internal IPB, Keluarga Besar IPB menyepakati beberapa poin, yaitu:

1. IPB bertekad menjaga jati dirinya sebagai rumah kebhinekaan bagi setiap insan akademik yang bernaung di bawah IPB;
2. IPB tidak memberikan ruang sedikitpun untuk berkembangnya paham, pemikiran dan aliran terlarang, serta radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 yang dapat mengancam tegaknya Negara Persatuan republik Indonesia;
3. Menyerukan kepada seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan IPB untuk fokus pada pengembangan kegiatan tridharma dan menghasilkan karya-karya Inovatif untuk kejayaan bangsa dan negara;
4. Menyerukan kepada seluruh sivitas akademika, tenaga kependidikan dan alumni IPB agar bersatu padu dan terus memupuk kebersamaan dan memberikan sumbangsih bagi kejayaan bangsa Indonesia melalui bidang kerja yang ditekuni;
5. Menegakan peraturan perundangan yang berlaku dan peraturan-peraturan yang berlaku di IPB bagi sivitas akademika dan tenaga kependidikan secara konsisten, serta memberikan sanksi yang tegas sesuai ketentuan yang berlaku kepada siapapun yang melakukan pelanggaran.

Sebelumnya, seorang dosen IPB yang berinisial AB diamankan anggota Polda Metro Jaya terkait dugaan perancang demo ricuh dalam gelombang aksi massa pada akhir september lalu. Polisi mengamankan 29 bom jenis molotov yang disimpan di kediamannya, perumahan Pakuan Regency Linggabuana, Kota Bogor.

Kesepakatan yang diambil Keluarga Besar IPB dalam merawat kebangsaan ini juga sejalan dengan himbauan yang disampaikan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Hamli. Ia menyampaikan beberapa kegiatan di kampus dijadikan sebagai pintu masuk paham radikal kepada Mahasiswa.

“Kami minta sejak dini kampus memberikan pemahaman terkait agama dan berbagai masalah sosial budaya, serta menumbuhkan rasa nasionalisme kepada mahasiswa, misalnya di saat penerimaan mahasiswa baru. Kampus juga diminta aktif membuat regulasi yang jelas di bidang kegiatan kemahasiswaan,” tutur Brigjen (Pol) Hamli, dilansir dari Liputan6.com(Red)