Jangan Khawatir Petani Sawit dan Karet!

Home / Berita / Jangan Khawatir Petani Sawit dan Karet!

Jokowi menunjukkan keberpihakannya pada kondisi yang dialami para petani sawit dan karet, terutama di Sumatera Selatan, daerah yang menjadikan dua komoditas itu sebagai andalan utamanya.

Jokowi memahami kekhawatiran para petani sawit dan karet di Sumatera Selatan mengenai rendahnya harga jual sawit dan karet beberapa waktu belakangan.

Tapi patut diingat, harga sawit dan karet merupakan urusan yang tidak sepenuhnya dapat dikontrol pemerintah, karena komoditas tersebut merupakan komoditas global, yang harganya pun mengikuti pasar global.

“Mengendalikan ini tidak mudah. Ini perdagangan internasional, ini perdagangan global. Tidak bisa kita pengaruhi mereka semua, tidak semudah itu,” katanya.

Dalam kondisi seperti ini, pemerintah juga masih harus berhadapan dengan kampanye negatif Uni Eropa terhadap produk kelapa sawit Indonesia.

“Urusan sawit dan CPO ini bukan urusan mudah. Sudah empat tahun ini kita mengurus yang namanya minyak sawit karena (produk) kita dicegat di Uni Eropa. Alasannya banyak sekali, tapi sebetulnya ini urusan bisnis,” tuturnya.

Pemerintah mengupayakan agar produk kelapa sawit nasional dapat terserap. Jokowi secara langsung menawarkan produk kelapa sawit Indonesia di sejumlah pertemuan dengan pimpinan negara lain.

Dalam pertemuan dengan PM Malaysia Mahathir Mohamad, PM India Narendra Modi, PM Selandia Baru Jacinda Ardern maupun para pemimpin negara-negara sahabat lain dan juga dalam berbagai pertemuan internasional, Jokowi memasukkan sawit dalam agenda pembicaraan yang dibawakannya.

Di sisi lain, Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa sawit terbesar dengan luas lahan sebanyak 13 juta hektare dan mampu memproduksi 42 juta ton memiliki stok sawit yang berlimpah. Hal yang sama juga berlaku untuk komoditas karet yang juga menjadi andalan masyarakat Sumatra Selatan.

Maka itu, pemerintah sedang mengupayakan sejumlah langkah agar hasil produksi kedua komoditas dapat terserap dan sekaligus memperbaiki harga jual. “Di dalam negeri sudah tiga bulan ini saya sudah perintahkan (minyak sawit) untuk dipakai campuran solar namanya B20,” ujar Presiden.

Sementara untuk komoditas karet, pemerintah juga telah menyiapkan langkah agar hasil produksi dapat terserap dengan harga yang baik.

“Sebulan yang lalu saya perintahkan kepada Pak Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Pak Basuki, agar pengaspalan jalan harus pakai karet. Ini sebentar lagi yang di Sumsel (Sumatra Selatan) kita akan beli langsung dari petani atau koperasi untuk beli getah karetnya,” katanya.

Jokowi menegaskan, ia berpihak pada rakyat. Berpihak pada petani. Dan semua itu ditunjukkan bukan melalui permainan kata, tapi secara konkret dengan langkah nyata. (Red)

 

Sumber