Kolaborasi Menjadi Kunci Wujudkan UMKM Go-Global

Home / Berita / Kolaborasi Menjadi Kunci Wujudkan UMKM Go-Global

Jakarta, PKP Berdikari – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus didorong untuk berperan lebih besar dalam perekonomian, salah satunya sebagai pelaku ekspor. Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki menyebut, UMKM masih menjadi tulang pungung perekonomian dengan kontribusi terhadap PDB mencapai lebih dari 60%.

Namun, Ia menyayangkan rendahnya kontribusi ekspor UMKM yakni sebesar 14,37%, jauh dibanding dengan negara lain yang mencapai 35%. Hal itu disampaikan saat dirinya membuka Konferensi 500 Ribu Eksportir Baru, yang digelar Sekolah Ekspor secara daring, Senin, 19 April 2020.

“UMKM sulit menembus pasar ekspor karena minimnya pengetahuan tentang pasar luar negeri, kualitas produk, kapasitas produksi, biaya sertifikasi yang tinggi, hingga kendala logistik,” papar Teten.

Belum lagi, tantangan lain yang sedang dihadapi selama pandemi yakni melonjaknya tarif logistik yang berkisar dari 30 hingga 40 persen. “Pendeknya, sekarang ini sistem logistik dunia sedikit terganggu,” lanjut Teten.

Persoalan lain yang dihadapi UMKM adalah dari sisi pembiayaan. Benny Soetrisno, selaku Wakil Ketua KADIN Bidang Perdagangan mengatakan, saat ini Pemerintah telah membuat satu lembaga khusus untuk pembiayaan ekspor Indonesia.

Namun, Ia mengakui lembaga itu belum mampu mengcover pembiayaan seluruh UMKM yang membutuhkan, mengingat banyaknya persyaratan sehingga prosesnya belum sesuai yang diharapkan.

“Tentu kita tidak boleh berhenti disini, untuk mengupayakan pembiayaan dalam proses impor ini. Kita juga harus berterimakasih kepada Pemerintah yang telah menyederhanakan berbagai proses perizinan, sekaligus memberi perlindungan terhadap produk dan perlindungan usaha melalui Undang-Undang Cipta Kerja.” jelas Benny.

Semangat Kolaborasi

Kolaborasi antar lembaga dan kementerian dinilai menjadi jalan keluar atas berbagai persoalan tersebut. Misalnya dalam mengatasi kendala biaya logistik, ungkap Teten Masduki, Kemenkop UMKM telah menjalin kerjasama dengan Garuda Indonesia.

Selain itu, Kemenkop UMKM bersama Sekolah Ekpor tengah menyusun kerjasama dalam melakukan pendampingan kepada UKM dengan potensi ekpor. Kerjasama tersebut merumuskan kurikulum beserta modul pelatihan UKM ekspor yang ditujukan untuk aparatur pemerintah dan pelaku UKM Ekspor.

“Saya berharap, melalui konferensi bertema ‘Memacu Ekspor UKM’ ini, dapat efektif merajut ekosistem pengembangan ekspor Indonesia. Kita perlu bahu membahu meningkatkan daya saing UMKM untuk berorientasi ekspor,” lanjut Teten sekaligus membuka konferensi secara simbolis.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menuturkan, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan secara khusus tengah mempersiapkan UMKM untuk masuk ke kancah global. Salah satu upayanya adalah melalui berbagai perjanjian perdagangan yang selama ini telah dilakukan.

Salah satu perjanjian besar yang telah disetujui dan masuk tahap implementasi yaitu Australia-Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Di dalamnya, ada hampir 7 ribu produk yang dapat masuk ke Australia dengan post tarrif 0.

“Itu artinya ada kemudahan akses dan akan mendorong pelaku ekspor kita untuk masuk ke Australia,” terang Jerry.

Jerry menambahkan, hal itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, yaitu memastikan bagaimana perjanjian dagang dapat memberi manfaat dan multiplier effect, khususnya kepada UMKM.

Hal senada disampaikan Yunita Resmi Sari yang hadir mewakili Gubernur Bank Indonesia. Ia menekankan, pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga dalam mengembangkan UMKM ekspor, khususnya dalam hal fasilitasi akses pasar, kelogistikan, perizinan, sertifikasi, dan kurasi.

Kemudian penguatan UMKM, lanjut Yunita, dapat dilakukan melalui penguatan 3 pilar kebijakan, yakni Korporatisasi, Kapasitas, dan Pembiayaan (KKP). “3 pilar ini telah menjadi strategi nasional yang diadopsi oleh pemerintah, yang kemudian diturunkan juga menjadi bagian kebijakan pengembangan UMKM Bank Indonesia,” tutup Yunita Sari.