Krishna Encik dan Mars Celeng yang Viral

Home / Berita / Krishna Encik dan Mars Celeng yang Viral

Sri Krisna atau kawan-kawannya akrab menyebut Encik, mungkin tidak akan menyangka lagunya akan viral setelah hampir tiga tahun diluncurkan. Konflik politik di tubuh PDI Perjuangan yang memunculkan istilah “Celeng” adalah pemicunya.

Bambang Pacul Wuryanto, Ketua Bappilu DPP PDIP melontarkan istilah “celeng” untuk menyebut kader PDIP yang mendukung Ganjar Pranowo maju dalam Pemilihan Presiden RI 2024.

“Kalau kader di luar barisan itu bukan banteng, itu celeng!,” kata Pacul.

Sontak, sebutan itu membuat para kader panas. Tapi bukannya jeri, mereka malah melawan. Mereka tak takut disebut celeng. Mereka tak takut dikeluarkan dari barisan. Sebutan “celeng” jadi kata yang menyatukan. Celeng jadi simbol perlawanan.

Sekarang para kader dan mereka yang sudah kadung tresno pada Ganjar, dengan bangga menyebut diri sebagai celeng. Mereka bahkan sudah bikin logo Barisan Celeng Berjuang dengan ikon kepala celeng besar.

Dan lagu Celeng milik Encik dipilih sebagai mars gerakan. Bukan tanpa alasan. Selain memang lagunya bagus dan bersemangat, liriknya pun mengena. Ndilalahnya, ketika peluncuran lagu ini di Jogja, Ganjar Pranowo diundang.

Baca juga:  PDIP Tak Ajukan PAW ke KPU, Tapi Pengajuan Penetapan Calon Terpilih

Karena Ganjar dan Encik memang sahabat lama. “Encik itu teman nongkrong di angkringan,” begitu kata Ganjar ketika diwawancarai wartawan.

Tak cukup hanya menonton, Ganjar pun diundang Encik naik ke panggung. Bahkan ada adegan Ganjar membuka jaket untuk menunjukkan kaos merah bergambar celeng.

Kok ya ngepasi banget ya. Apakah ini yang dinamakan restu semesta alam?

Lagu Celeng sebenarnya satu dari beberapa karya Encik di album Celeng Dhegleng. Album ini diluncurkan di Studio Riverside Music and Rehearsal Space, Sleman, Yogyakarta, pada Kamis, 27 Desember 2018.

Tajuk Celeng Dhegleng bertolak dari lukisan karya Djokopekik, yang dipamerkan tunggal pada Oktober 2013. Djokopekik menggubah situasi sosial-politik pasca runtuhnya Orde Baru. Ia melihat, bahwa celeng-celeng yang rakus, perusak tatanan kehidupan, masih berkeliaran.

Di tahun 2021 ini, celeng-celeng rakus itu mau dilawan oleh Barisan Celeng Berjuang. Mereka pasukan celeng yang ingin mengembalikan martabatnya, yang dirusak oknum celeng perusak tatanan.

Mereka mengusung filosofi celeng sesungguhnya. Yang tak pernah takut jika diancam, yang terus merangsek dan menerjang jika dihadang, yang selalu bergerak maju dan lurus ke depan menyongsong perubahan. Itulah celeng yang pemberani dan teguh pendirian. Sekaligus pribadi rendah hati, yang selalu berjalan menunduk karena sangat menghormati liyan.

Baca juga:  PDI Perjuangan: Indonesia Bangsa Pejuang dan Pelopor Tata Dunia Baru yang Damai dan Berkeadilan