Menteri Jokowi Terlibat Mafia PCR?!

Home / Berita / Menteri Jokowi Terlibat Mafia PCR?!

Dugaan keterlibatan menteri, politisi dan konglomerat dalam pengadaan PCR Alkes diungkap di majalah Tempo. Ini memunculkan kemarahan kelompok relawan Jokowi.

Ketua Jokowi Mania (JoMan), Imanuel Ebenezer menyatakan agar menteri, politisi dan konglomerat terkait harus bertanggung jawab di depan HUKUM atas mahalnya harga PCR.

“1 setengah tahun lalu harga pcr mahal. Bahkan pernah di atas 1.2 juta dj awal Pandemik. Sekarang terbongkar semua, ada kongsi pengusaha dan politisi cari cuan,” kata Noel sapaan akrabnya.

Dia menegaskan dalang dan mafia bisnis kesehatan ini harus menyetop aksi cari cuannya. Mereka bisa berbisnis energi, tambang, sawit dll yang tidak merugikan masyarakat terdampak pandemik.

“Apalagi menterinya yang terlibat. Dia harus mundur,” kata Noel.

Aktivis pro demokrasi ini menambahkan, berdasar data didapatnya, ada sejumlah menteri yang bertanggung jawab dari pengadaan PCR ini. Majalah Tempo sendiri kata Noel, mengungkapkan keterlibatan politisi dan pengusaha di bisnis ini.

“Data saya ada menteri terlibat. Beruntung bagi kita, Indonesia nemiliki Jokowi yang cepat tanggap menurunkan harga pcr hingga di bawah 300 ribu. Di India saja bisa 200 ribu, kenapa di Indonesia tidak bisa,” tegas aktivis 98 ini.

Noel melanjutkan akan merilis nama nama pejabat dan pengusaha terkait yang bertanggung jawab dengan mahalnya biaya pcr 1.5 tahun terakhir ini. Dirinya menegaskan akan membawa data data tersebut ke lembaga hukum.

“Dari kepala sampai ekor harus tanggung jawab. Siapa pun yang memiskinkan rakyat terdampak pandemik harus dihukum MATI. Saya akan kawal itu apapun resikonya,” tandas Noel.