Orang Wamena Tidak Anti Pendatang

Home / Berita / Orang Wamena Tidak Anti Pendatang

*Ket Foto : Pengarang buku Jokowi dan Buya Safi’i Maarif guru bangsa, seorang penulis dan Motifator sangat dekat dengan Buya

 

Beberapa hari yang lalu telah terjadi peristiwa yang melukai rasa persatuan dan kesatuan bangsa di Wamena. Seperti biasa setiap peristiwa selalu saja ada yang ingin memanfaatkannya untuk kepentingan kelompok atau pribadi. Baik untuk sekedar lebih terkenal atau untuk agenda kepentingan kelompoknya, dengan membuat narasi sedemikian rupa sesuai keinginan mereka.

Tanpa peduli fakta yang sebenarnya, apalagi mencoba mencari tahu apa penyebab yang sebenarnya karena memang mereka tidak punya niat untuk membantu mencari tahu sebabnya, apalagi mencari tahu bagaimana mengatasinya.

Nah saya Dedi Mahardi diminta untuk menulis Pers Release oleh Buya Ahmad Syafii Maarif, setelah Buya baru saja diberi tahu oleh pejabat tinggi negara ini yang sedang berada disana dan tidak ingin namanya dipublikasikan Bahwa kejadian yang sebenarnya terjadi Wamena adalah :

1. Pelaku pembakaran dan pembantaian di Wamena sebetulnya bukanlah penduduk atau masyarakat Wamena. Tetapi sekelompok orang yg turun dari gunung yg disinyalir atas suruhan kelompok atau organisasi yang sedang memperjuangkan referendum atau berjuang pelepaskan diri dari NKRI. Di luar negeri kelompok ini sedang memperjuangkan keinginan mereka melalui PBB dan lembaga hak asasi manusia atau semacamnya.

2. Tidak benar masyarakat Wamena tidak suka atau benci dengan masyarakat pendatang, karena bagi mereka masyarakat pendatang adalah bagian masyarakat yang mendorong kemajuan dan kelancaran perekonomian mereka.

3. Khususnya masyarakat Minangkabau yang ada di Wamena sesungguhnya bereda pada lapisan ketiga setelah masyarakat bugis dan masyarakat dari Indonesia timur lainnya.
Demikian penjelasan saya, agar informasi yang simpang siur selama ini tidak semakin liar tidak terkendali yang bisa saja memperburuk keadaan.

Jakarta, 29 September 2019

Dedi mahardi