Pemerintah Jamin Ketersediaan Penerbangan Murah Bagi Masyaakat

Home / Berita / Pemerintah Jamin Ketersediaan Penerbangan Murah Bagi Masyaakat

Jakarta, PKPBerdikari – Polemik mengenai tingginya harga tiket pesawat terus mendapat perhatian dari pemerintah. Kali ini Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar rapat terbatas  dalam rangka mengevaluasi kebijakan penurunan tarif angkutan udara bersama sejumlah pihak.

Rapat yang digelar di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian pada Senin (1/7) turut dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo, Staf ahli Bidang Ekonomi dan Politik Elen Setiadi, Direktur Niaga PT Garuda Indonesia Pikri Ilham, Direktur Operasi PT Garuda Indonesia (Persero) Bambang Adisurya, Direktur Pemasaran Korporat PT Pertamina (Persero) Basuki Trikora Putra, Managing Director PT Lion Air Group Daniel, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin.

Dalam rapat tersebut, semua pihak sepakat untuk menurunkan harga tiket hingga 50 persen dari Tarif Batas Atas (TBA). Penurunan tersebut hanya berlaku untuk penerbangan Low Cost Carrier (LCC) pada hari dan jam tertentu saja, yakni setiap hari Selasa, Kamis dan sabtu, pukul 10.00-14.00 (waktu lokal berdasarkan masing-masing bandara). Biaya penerbangan murah ini akan ditanggung bersama-sama oleh maskapai, pengelola bandara, penyedia bahan bakar, dan AirNav. Hal ini dilakukan pemerintah guna menjamin ketersediaan penerbangan murah untuk masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk menyediakan penerbangan murah bagi masyarakat. Terkait jadwal Flight dan Sharing Cost secara spesifik akan dibahas pada rapat mendatang”, Ujar Sekretaris Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Susiwijono melalui Siaran Pers yang kami terima.

Meski kebijakan tersebut akan berpengaruh pada biaya operasional maskapai, Deputi Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian Badan Usaha Milik Negara Gatot Trihargo menjamin tidak akan mengorbankan sisi keselamatan penerbangan.

“Yang pasti tidak akan mengorbankan sisi Safety untuk para penumpang. Mudah-mudahan Sharing Cost tidak membuat beban yang lebih besar (bagi maskapai)”, terang Gatot.

Pemerintah terus melakukan evaluasi secara berkala terhadap penurunan TBA harga pesawat yang sebelumnya telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 dan mulai berlaku sejak 18 Mei 2019 lalu. Upaya itu dilakukan untuk menyeimbangkan kepentingan publik dan industri terkait, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.