Peran BUMN Dinilai Penting Dalam Menggerakan Ekonomi Ditengah Pandemi

Home / Berita / Peran BUMN Dinilai Penting Dalam Menggerakan Ekonomi Ditengah Pandemi

Jakarta, PKP Berdikari – Formula penanganan dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian di Indonesia masih menjadi sorotan. Beberapa pihak menilai peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai motor pemulihan ekonomi perlu dimaksimalkan.

Kebijakan Presiden dalam memilih Menteri BUMN untuk memimpin program pemulihan ekonomi dianggap sebagai pilihan yang tepat. Hal itu dikarenakan Kementerian BUMN bisa menjalankan program-program stimulus dalam pemulihan ekonomi.

“Saya melihat, kenapa Menteri BUMN ditunjuk sebagai ketua pelaksana (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional), karena tidak ada cara lain, yaitu instrumen BUMN harus digunakan untuk mengatasi pemulihan ekonomi,” Kata Ketua KEIN 2014-2019 Soetrisno Bachir dalam Diskusi berjudul ‘Antisipasi Resesi, Peran BUMN Sebagai Penggerak Ekonomi’, Minggu, 2 Agustus 2020.

BUMN dinilai dapat membantu peran Kementerian/Lembaga dalam menyerap anggaran yang telah disiapkan pemerintah untuk menekan dampak Covid-19 pada perekonomian. Rumitnya birokrasi dalam penggunaan anggaran oleh kementerian/Lembaga menjadi penyebab lambatnya penyaluran dana stimulus ekonomi.

Hal senada disampaikan Ekonom Senior INDEF Fadhil Hasan yang turut menjadi narasumber dalam diskusi yang digelar Narasi Institute. Ia menyebut, untuk terhindar dari resesi ekonomi, setidaknya 30 persen dari total anggaran stimulus ekonomi harus diserap dengan optimal.

Dalam penyerapan anggaran tersebut, lanjut Fadhil, Indonesia tidak bisa mengandalkan peran Kementerian/Lembaga seutuhnya. Hal itu disebabkan kapasitas serta prosedur yang ada tidak memadai.

“Saya kira (peranan BUMN) disini menjadi sangat penting. Kalau misalnya dana-dana yang berasal dari negara ini disalurkan melalui BUMN, kemudian BUMN fokus kepada beberapa program yang bisa mengungkit konsumsi maupun produksi bagi mereka yang terdampak,” kata Fadhil.

Penyaluran dana melalui BUMN ini, misalnya pada pemberdayaan sektor UMKM, diyakini akan berdampak lebih besar pada perbaikan ekonomi secara nasional. “Misalnya PT Permodalan Nasional Madani. Itu bisa kembangkan sehingga bisa lebih besar lagi peranannya dalam pendampingan UMKM,” lanjut Fadhil.

Selain itu, BUMN juga perlu melakukan kolaborasi dengan pihak swasta untuk mencari solusi secara bisnis, bagaimana bergerak dalam situasi yang tidak pasti. “Kolaborasi ini yang sebetulnya agak sedikit tertinggal pada masa sebelumnya, termasuk kolaborasi dengan UMKM,” kata Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Bambang Prijambodo.

Bambang juga menyampaikan pentingnya melakukan perencanaan yang matang mengenai peran BUMN dalam jangka menengah dan panjang. “Saya kira BUMN perlu mengarah pada hal-hal yang strategis. Hal-hal yang sudah bisa dilakukan oleh pihak swasta secara bertahap ditinggalkan,” papar Bambang.