Peringatan HUT Ke-75 RI, Masyarakat Diminta Kibarkan Bendera Merah Putih Sepanjang Agustus

Home / Berita / Peringatan HUT Ke-75 RI, Masyarakat Diminta Kibarkan Bendera Merah Putih Sepanjang Agustus

Jakarta, PKP Berdikari – Kementerian Sekretariat Negara mengajak masyarakat untuk berpartisipasi memeriahkan peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2020. Ajakan itu tertuang dalam surat bernomor B-457/M.Sesneg/Set/TU.00.04/06/2020 kepada masyarakat dan pejabat negara di seluruh Indonesia.

Surat yang ditandatangani oleh Mensesneg Pratikno selaku Ketua Panitia Negara Perayaan Hari-Hari Nasional, memuat pedoman yang perlu dilakukan dalam peringatan kemerdekaan tahun 2020. Salah satunya terkait himbauan untuk mengibarkan bendera merah putih mulai tanggal 1 Agustus.

“Memasang dan mengibarkan Bendera Merah Putih di antara umbul-umbul serentak mulai tanggal 1 s.d. 31 Agustus 2020 di seluruh kawasan indonesia, dari sabang samapi merouke,” tulis Pratikno dalam surat tersebut.

Ketentuan waktu pemasangan itu juga berlaku pada dekorasi dan hiasan lain. Adapun Adapun logo dan desain turunan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI dapat diunduh pada laman www.setneg.go.id.

Selanjutnya, Mensesneg juga menyerukan penggunaan logo dan desain turunan HUT Ke-75 pada berbagai media yang dimiliki di seluruh instansi, baik tingkat pusat ataupun daerah. Media tersebut seperti website/media sosial instansi, stiker kendaraan dinas dan kendaraan jemputan, souvenir, dan merchandise lainnya.

“Pelaksanaan Peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020 agar mematuhi protokol kesehatan penanganan dan pencegahan Covid-19 dan segala pembiayaannya harus dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” lanjut Pratikno.

Untuk diketahui, upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun ini hanya akan dihadiri oleh undangan terbatas yang terlibat dalam rangkaian upacara peringatan. Seluruh masyarakat nantinya dapat mengikuti jalannya upacara peringatan secara virtual.

Hal tersebut dilakukan mengingat suasana pandemi yang tidak memungkinkan untuk menghadirkan masyarakat dan tamu undangan lain dalam jumlah besar serta lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat, ulasnya mengakhiri.