Perketat Larangan Mudik, Doni Monardo Terbitkan Addendum Surat Edaran No 13 Tahun 2021

Home / Berita / Perketat Larangan Mudik, Doni Monardo Terbitkan Addendum Surat Edaran No 13 Tahun 2021

Jakarta, PKP Berdikari – Dalam rangka mengantisipasi lonjakan kasus penularan Covid-19 pada libur Idul Fitri 1442H, Satgas Penanganan Covid-19 menerbitkan Addendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021. Addendum SE tersebut menambahkan klausul pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April-5 Mei) dan H+7 peniadaan mudik (18-24 Mei 2021).

Aturan yang ditandatangani Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo pada Rabu, 21 April 2021, diambil berdasarkan temuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan terkait penetapan peniadaan masa mudik lebaran tahun 2021.

“Masih ada sekelompok masyarakat yang hendak pergi mudik pada rentang waktu H-7 dan H+7 pemberlakuan Peraturan Peniadaan Mudik Idul Fitri,” bunyi SE tersebut.

Pengetatan dilakukan dengan mewajibkan pelaku perjalanan transportasi udara, laut, perjalanan penyebrangan laut, dan pelaku perjalanan kereta api antar kota, untuk menunjukan Surat Keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang diambil dalam 1×24 jam sebelum keberangkatan, atau menunjukan hasil negatif GeNose C19 di lokasi keberangkatan.

Sedangkan bagi pelaku perjalanan transportasi darat pribadi, dihimbau untuk melakukan tes RT-PCR/rapid test antigen dalam 1×24 jam sebelum keberangkatan. Pelaku perjalanan pada moda transportasi ini juga bisa melakukan tes GeNose C19 di rest area sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan.

Disamping itu, Satgas Covid-19 juga akan melakukan rapid test antigen/GeNose C19 secara acak apabila diperlukan.

“Apabila hasil tes pelaku perjalanan negatif namun menunjukan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan melakukan tes diagnostik RT-PCR, serta isolasi mandiri sealma waktu tunggu hasil pemeriksaan,” tulisnya.

Perjalanan orang selama Ramadhan dan Idul Fitri dalam aturan ini dikecualikan bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik, dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik. Perjalanan yang dimaksud bisa berupa perjalanan dinas, kepentingan persalinan, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka, serta kepentingan nonmudik tertentu lainnya.

Addendum Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 22 April sampai dengan tanggal 5 Mei 2021 dan 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021, serta akan ditinjau lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan dan/atau perkembangan situasi terakhir di lapangan,” tutup Surat Edaran tersebut.

 

Surat Edaran lengkap dapat dilihat disini