Pernyataan Sikap Warga Perempuan Bergerak(WPB) Lawan Intoleransi Dan Radikalisme Terkait Pawai Budaya TK Kartika Kodim 0820 Kota Probolinggo

Home / Berita / Pernyataan Sikap Warga Perempuan Bergerak(WPB) Lawan Intoleransi Dan Radikalisme Terkait Pawai Budaya TK Kartika Kodim 0820 Kota Probolinggo

SURAT EDARAN

Jakarta, (20/8) – Kali ini warga perempuan Indonesia kembali digemparkan oleh sebuah berita
video yang memperlihatkan anak-anak kecil berbaris dan bergerak jalan dengan memakai atribut
serba hitam, bercadar, dan membawa senapan main seperti menyerupakan teroris, dalam pawai
budaya tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Probolinggo.

Pawai tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan di Kota Probolinggo, yang tahun ini diikuti
oleh 158 peserta anak. TK Kartika Kodim 0820 Kota Probolinggo menjadi salah satu sekolah
yang ikut berpartisipasi dengan menghadirkan anak-anak didiknya yang menggunakan baju
gamis hitam bercadar dan membawa senjata mainan, sesuai tema yang mereka bawakan yaitu
“Bersama Perjuangan Rasulullah kita tingkatkan Keimanan kepada Allah SWT.”

Kami, Warga Perempuan Bergerak yang terdiri dari lintas-profesi (ibu rumah tangga, pekerja
seni dan budaya, akademisi dan pendidik serta pekerja kemanusiaan, dll.) menyampaikan
kekecewaan yang dalam dan mengecam keras atas kelalaian pihak sekolah, yaitu TK Kartika
Kodim 0820 dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) kota Probolinggo, selaku
panitia penyelenggara pawai dengan tema Bhinneka Tunggal Ika tersebut.

Kami sangat tidak setuju dan menentang keras bila anak-anak dimanfaatkan untuk kepentingan
pihak-pihak tertentu. Kami berpendapat bahwa anak-anak sekolah khususnya yang masih dalam
tingkat pendidikan dini, wajib ditanamkan karakter positif demi masa depan bangsa. Oleh sebab
itu, bersikeras bahwa siapapun yang terlibat harus ditindak tegas secara hukum.

Kami juga kecewa serta prihatin atas pernyataan maklum dan dukungan keuangan oleh pihak
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan terhadap pihak sekolah TK Kartika Kodim 0820.

Warga Perempuan Bergerak Lawan Intoleransi dan Radikalisme dengan ini menyatakan tekad
bersama untuk mengecam keras atas kelalaian pihak sekolah TK Kartika Kodim 0820 kota
Probolinggo yang telah menanamkan nilai-nilai, karakter, dan aksi radikalis yang bertentangan
dengan prinsip dasar kemanusiaan warga negara Indonesia, serta menyebarkan rasa
kekhawatiran yang dapat menghancurkan NKRI dalam jangka panjang .

Kami percaya bahwa persaudaraan anak bangsa akan terus menjadi lebih kokoh dalam
menghadapi tantangan ini guna mempertahankan Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD 1945,
Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.
Warga Perempuan Bergerak bertekad:
1. Mendesak pemerintah untuk segera menindak tegas pihak-pihak sekolah yang terlibat dalam
pawai tersebut.
2. Mendorong pemerintah untuk memastikan pendidikan dan pemahaman Pancasila kembali
yang efektif kepada para guru dan murid.
3. Mengkritik pemerintah Kemendikbud agar lebih cermat, kritis dan proaktif dalam memberikan
rasa aman serta perlindungan terhadap anak-anak sekolah serta segenap warga dari berbagai
bentuk aksi radikalisme.
4. Mendesak pemerintah untuk bekerjasama dengan seluruh institusi pemerintahan di tingkat
daerah dan nasional, badan legislatif, dan institusi penegak hukum dalam memberantas ideologi
radikalisme, ekstrimisme serta terorisme khususnya di sekolah-sekolah.
5. Mengoptimalkan dukungan warga dengan membuka akses yang lebih luas dalam memberikan
pengaduan kepada kepolisian tentang kegiatan-kegiatan yang dicurigai mengarah pada
radikalisme, ekstrimisme dan terorisme.
6. Mendorong pemerintah untuk memberantas perkembangan paham intoleran dan radikalisme
di jajaran aparatur negara dalam segenap institusi eksekutif, legislatif, yudikatif serta
lembaga-lembaga negara lainnya demi mewujudkan jaminan perlindungan hak kebebasan
beragama dan berkeyakinan.
7. Meningkatkan dukungan pada inisiatif warga dalam menyemai pendidikan toleransi, HAM
dan perdamaian.
8. Senantiasa mendukung pemerintah dan pihak-pihak lainnya dalam mengembangkan upaya
untuk menjembatani komunikasi lintas budaya, agama dan keyakinan.