Tahun Depan, Dari Medan Menuju Danau Toba Bisa Melalui Tol

Home / Berita / Tahun Depan, Dari Medan Menuju Danau Toba Bisa Melalui Tol

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Prapat untuk mempermudah akes dari Medan, ibu kota Sumatra Utara, ke Kawasan Pariwisata Strategis Nasional (KSPN) Danau Toba.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan terbangunnya akses jalan akan meningkatkan akselerasi pengembangan destinasi wisata.

“Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan wisata,” kata Basuki dalam rilis yang diterima Media Indonesia di Pangururan, Samosir, Sumatra Utara, Rabu pagi (31/7).

Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Prapat sepanjang 143,5 km merupakan lanjutan dari Jalan Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT) sepanjang 61,72 km. Sebelumnya, jalan tol Medan—Kualanamu—Tebing Tinggi telah selesai dan terhubung dengan jalan tol Belawan—Medan—Tanjung Morawa (Belmera).

Pembangunan jalan tol Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Prapat ditugaskan kepada PT Hutama Karya. PT Hutama Karya bersama PT Jasa Marga dan anak perusahaan PT Waskita Karya, yaitu PT Waskita Toll Road, kemudian membentuk BUJT yakni PT Hutama Marga Waksita. Tol tersebut ditargetkan beroperasi pada 2020 dengan masa konsesi selama 40 tahun.

Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Prapat terdiri dari enam seksi yaitu Seksi 1 Tebing Tinggi-Inderapura (20,4 km), Seksi 2 Inderapura-Kuala Tanjung (15,6 km), Seksi 3 Tebing Tinggi-Serbelawan (30 km), Seksi 4 Serbelawan-Pematang Siantar (28 km), Seksi 5 Pematang Siantar-Seribudolok (22,3 km), Seksi 6 Seribudolok-Prapat (16,7 km).

Pembangunan Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Prapat mendapatkan dukungan pembiayaan pemerintah guna meningkatkan tingkat kelayakan investasinya. Dukungan tersebut berupa pembangunan sebagian konstruksi jalan tol pada seksi 5 dan 6. Kedua seksi tersebut progresnya masih dalam tahap pembebasan lahan.

PT Hutama Marga Waksita selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) mengerjakan konstruksi pada seksi 1-4. Untuk seksi 1, saat ini progres pembebasan lahannya sudah 63,7% dan progres konstruksinya 18,1%.

Seksi 2 masih dalam tahap pembebasan lahan, sedangkan untuk seksi 3 pembebasan lahannya sudah 82% dan konstruksinya telah dimulai pada bulan ini. Seksi 4 pembebasan lahannya sebesar 22,75% dengan progres konstruksi 5,1%.

Jalan tol tersebut akan memiliki 7 buah simpang susun di Inderapura, Tebing Tinggi, Serbelawan, Pematang Siantar, Seribudolok, Prapat dan Simpang Susun Raya. Pembangunan Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat membutuhkan biaya investasi sekitar Rp13,4 triliun, termasuk untuk biaya konstruksi sebesar Rp9,6 triliun.

Selain akan mempercepat waktu tempuh dari Medan ke Danau Toba, jalan tol ini juga diharapkan akan memacu pertumbuhan ekonomi Sumatra Utara termasuk sektor ekonomi Pelabuhan Kuala Tanjung dan pariwisata tujuan Danau Toba yang dapat ditempuh dengan waktu cepat.

Tidak hanya membangun jalan tol, pemerintah juga meningkatkan konektivitas antar destinasi wisata dengan melakukan preservasi dan pelebaran jalan lingkar Pulau Samosir.

Sumber