TERLIBAT KASUS PELECEHAN SEKSUAL, DEWAN PENGAWAS BPJS TK MUNDUR

Home / Berita / TERLIBAT KASUS PELECEHAN SEKSUAL, DEWAN PENGAWAS BPJS TK MUNDUR

Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) Syafri Adnan Baharuddin (SAB) mengundurkan diri terkait isu dugaan pelecehan seksual terhadap asistennya berinisial RA.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Hotel Hermitage, Jakarta Pusat, Minggu (30/12), Syafri menyatakan mundur dari jabatan Dewan Pengawas BPJS TK. Selain Syafri, hadir dalam konferensi pers anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Poempida Hidayatullah.

“Saya menyatakan mundur, agar saya dapat fokus dalam upaya menegakkan keadilan melalui jalur hukum,” ujar Syafri.

Syafri membantah tuduhan pemerkosaan yang dilontarkan RA dan berencana menempuh jalur hukum.

“Berbagai tuduhan yang ditujukan kepada saya adalah tidak benar adanya dan bahkan merupakan fitnah yang keji,” katanya.

Sebelumnya, RA yang juga sebagai mantan asisten ahli Dewan Pengawas BPJS TK diduga mengalami pemerkosaan yang dilakukan oleh Syafri selama sekitar 2 tahun bekerja. RA mengaku sudah empat kali mengalami pemerkosaan sejak menjadi asisten ahli dengan status tenaga honorer pada April 2016.

Tidak tahan mengalami kekerasan seksual, RA pun melaporkan SAB ke Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan. Namun, perempuan 27 tahun itu justru dipecat dari jabatannya sebagai asisten ahli.

“Ternyata Dewan Pengawas justru membela perilaku bejat itu. Hasil Rapat Dewan Pengawas pada 4 Desember justru memutuskan untuk mengeluarkan Perjanjian Bersama yang isinya mem-PHK saya sejak akhir Desember 2018,” kata RA di kantor Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Jakarta Pusat, Jumat (28/12).

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansayah Utoh Banja pada Jumat (28/12) membantah memecat RA.

“Skorsing, bukan PHK,” ujar Irvansyah melalui pesan singkat. (Eko Kuntadhi)