Debat Capres II; Sebuah Catatan dari Philips Vermonte

Home / Opini / Debat Capres II; Sebuah Catatan dari Philips Vermonte

Oleh : Philips Vermonte

 

Menurut saya, debat pilpres tadi malam memperlihatkan beberapa hal penting:

1. Ada situasi khas petahana versus penantang. Petahana akan menekankan capaian, penantang akan berusaha appeal to emotion.

2. Tetapi tadi malam Jokowi sebagai petahana berhasil dalam merangkai capaian-capaian pemerintahannya dalam narasi yang terkonstruksi.

3. Prabowo kalem.

4. Playbook Jokowi lebih kontemporer, playbook Prabowo agak ketinggalan. Misal dalam diskusi mengenai fintech dan lain-lain.

5. Soal unicorn. Menurut saya, bukan soal Prabowo mengkonfirmasi dengan bertanya “onlen-onlen itu” yang harus menjadi highlight. Tetapi bahwa Prabowo harus mengkonfirmasi pertanyaan dan kemudian memberi jawaban yang, imho, tidak menjawab pertanyaan itulah yang jadi lebih penting, karena artinya unicorn, digital platform, dan semestanya bukanlah hal yang masuk dalam atmosfer pemikiran Prabowo. Padahal ini adalah zamannya digital platform. Betul ada soal-soal tentang kesejahteraan, manufacture dan lain-lain, tetapi juga ada gelombang baru digital yang amat sangat pentingnya juga. Tentu saja baik Jokowi maupun Prabowo tidak akan tahu semua hal, misalnya Jokowi mungkin tidak mengetahui teknis dan seluk beluk tentang ketentaraan. Tetapi soal unicorn dan digital platform bukan soal teknisnya yang penting, tetapi lebih pada soal gambar besar kebijakan dan antisipasi zaman yang berubah cepat.

6. Pernyataan bahwa “lebih baik saya yang kuasai tanah daripada dikuasai orang lain/asing karena saya adalah patriot” menurut saya berbahaya dan menusuk tajam pada alam pikiran Prabowo yang mungkin autoritarian, imho. Kalau semua orang menganggap dirinya lebih patriot dari orang lain oleh karena itu berhak menguasai sumber daya karena itu diidentikan dengan bukti cinta tanah air, apa jadinya negara kita? Itu hampir serupa dengan Louis XIV kaisar despotik Perancis yang digulung revolusi persis karena ia bilang “L’ etat c’est moi” alias “negara adalah saya”. Ada sebuah quote lain dari Raja Louis XIV itu yang dibangun diatas fondasi pemikiran bahwa karena saya lebih patriotik maka itu boleh saya lakukan, yaitu dia terkenal karena sebuah ucapannya: “it is legal because I wish it.”

7. Semoga dalam debat berikutnya lebih banyak lagi policy proposals yang dimunculkan dan didiskusikan kedua capres. IMHO, debat capres tadi malam lebih baik daripada debat pertama sebelumnya dalam hal format.