Dijadikan RS Daurat Covid-19, Inilah Kondisi Wisma Atlet Kemayoran dan Ancol

Home / Opini / Dijadikan RS Daurat Covid-19, Inilah Kondisi Wisma Atlet Kemayoran dan Ancol

Oleh : Susy Rizky

 

Pagi-pagi sudah dikirimin screenshot (SS) soal kepulangan WNI yang baru pulang dari luar negeri. Beberapa teman mungkin bertanya ke saya karena saya dianggap sering ke sana. Saya coba sharing beberapa hal yang saya ketahui ya.

Sebelumnya, saya ikut prihatin dengan kondisi yang diceritakan dalam SS tersebut, karena dasar cerita bukan dari sumber yang sembarangan, saya nggak meragukan dan ikut prihatin.

Hanya satu hal yang perlu diluruskan, dan ini justru penting supaya nggak menurunkan semangat para nakes, yaitu soal Wisma Atlit.

Ada dua lokasi yang disebut Wisma Atlit, satu di Kemayoran dan yang satu lagi di seberang pintu masuk Ancol. Keduanya berbeda area.

Yang di Wisma Atlit Kemayoran menurut saya udah prima banget. Soal pembagian zona jelas, ada hijau, kuning dan merah. Yang dari zona hijau gak bisa sembarang masuk zona lain.

Si zona merah, yang saya tau dibawah kendali Letkol dr. M. Arifin juga terbagi antara tower pasien si Tower 7 dan tower buat dokter, perawat dan relawan.

Dokter Arifin dan koleganya mengutamakan kepentingan dan kebutuhan pasien di atas kepentingan mereka sebagai nakes dan TNI.

Rasa takut sudah disingkirkan jauh-jauh. Pasien dalam level apapun ditangani dengan prima. Maka saya suka cerita, beruntung sekali yang bisa dirawat di sana.

Buat dr. Arifin dkk, kesembuhan pasien adalah hal utama yang harus dicapai. Lelah semua hilang jika ada pasien yang sembuh dan bisa pulang. Kangen sama keluarga udah nggak terkatakan, tapi dikalahkan oleh tekad untuk terus mengurangi pasien covid19.

Seorang pasien berusia 11 tahun, dengan mata batinnya yang masih jernih, melihat pengorbanan para nakes di Wisma Atlit Kemayoran. Ucapan terima kasih dan penghargaan kepada dr. Arifin dkk dituang dalam lukisan yang kemudian dijadikan design kaos Tim Cobra (para nakes), dicetak mandiri oleh para nakes untuk memperkuat semangat juang mereka. Karyanya di pajang di lantai 5 tempat dulu dia dirawat dan di UGD.

Jadi, setau saya WNI yang datang dari LN bukan di tampung di Wisma Atlit KEMAYORAN, tapi yang di Wisma Atlit ANCOL. Jika masih ada kekurangan di Ancol, semoga tulisan yang udah viral bisa jadi masukan dan bisa diperbaiki.

Untuk selanjutnya, penyebutan Tower 8, 9 dan 10 menjadi Wisma Karantina biar tidak rancu dengan Wisma Atlit RS Darurat di Kemayoran.

Mari kita sama-sama berjuang untuk memperbaiki keadaan, termasuk menjaga moral para nakes di Wisma Atlit Kemayoran. Bukan cuma rocker, TNI juga manusia, pasti sedih kalo ada disinformasi tentang mereka.

Susy Rizky
19 Mei 2020

 

Sumber