Diskusi dengan Anak Muda Milenial: Kenali Sejarah Bangsamu

Home / Opini / Diskusi dengan Anak Muda Milenial: Kenali Sejarah Bangsamu

Oleh: Arimbi Heroepoetri.,S.H.,LLM

(Pegiat Hukum, HAM, Masyarakat Adat, Lingkungan dan Perempuan, direktur PKPBerdikari)

 

Medan, 8 April 2019

Kenali sejarah bangsamu, kenali dirimu, karena itu akan menjadi modal kamu membangun masa depanmu, masa depan negeri ini.

“Sewaktu tahun 1998, berapa umurmu?”, tanya Arimbi Heroepoetri, Direktur PKPBerdikari, di depan belasan anak muda milenial yang hadir. Sebagian besar belum lahir, hanya satu yang sudah berumur tiga tahun.

“Apakah kamu tahu apa yang  terjadi dalam Peristiwa 98? Peristiwa 74? Peristiwa 65?”, tanya Arimbi lebih jauh. Terhadap pertanyaan ini, semua peserta diam. Sebagian bahkan menunduk.

Pertanyaan di atas hadir dalam diskusi Memaknai Pemilu yang diadakan oleh PKPBerdikari dan Anak Muda Bergerak (AMB) di Medan, Senin, 8 April 2019.

Kondisi ini menunjukan terputusnya informasi antar generasi dalam perjalanan sejarah bangsa. Dalam kurikulum  yang diajarkan di sekolah-sekolah formal tidak ada informasi mengenai Peristiwa 74, dan 98. Ada informasi mengenai Peristiwa 65, namun sekedar menceritakan ‘pemberontakan’ PKI. Tetapi pernahkan diceritakan korban jiwa, harta dan korban sosial lainnya dari Peristiwa 65?

Sementara Peristiwa 74, dan 98 sama sekali tidak diajarkan di sekolah formal. Jadi, sudah sewajarnya jika generasi muda sekarang tidak memiliki pengetahuan tentang kasus posisi Peristiwa-Peristiwa di atas. Apalagi jika mereka tidak melakukan pencarian informasi secara mandiri.  Walaupun di era digital ini, akses terhadap informasi tidaklah begitu sulit ketimbang 20 tahun lalu.

“Saya mengalami Peristiwa 98, di Jakarta. Bagaimana mencekamnya suasana pada saat itu” Lanjut Arimbi.  “Saya melihat bagaimana mahasiswa seumur kalian mengkritik kebijakan pemerintahan Soeharto yang tidak memberi kebebasan berekspresi. Partai hanya boleh ada tiga. Pemilu dilakukan oleh pemerintah sendiri, belum ada KPU (Komisi Pemilihan Umum) waktu itu, media massa dengan mudah diberangus. Saya menyaksikan bagaimana para mahasiswa dan pemuda yang melakukan protes ditangkap, mereka mengalami penyiksaan, sebagian sampai sekarang bahkan tidak diketahui bagaimana keadaannya”.

Masing-masing generasi memang memiliki tantangan sendiri, demikian juga tantangan untuk generasi milenial. Hal ini juga telah diantisipasi dalam pemerintahan Joko Widodo, termasuk antisipasi dari ledakan demografi,  dengan antara lain mendorong adanya ekonomi kreatif, star up unicorn, pendidikan vokasi, menghadirkan Tol Langit. Mempercepat pembangunan infrastruktur digital untuk pengembangan ekonomi digital. Tinggal bagaimana para milenial ini menyikapi dan mengambil kesempatan yang telah tersedia.