Lucu Menyamakan Sandiaga Uno Dengan Bung Hatta

Home / Opini / Lucu Menyamakan Sandiaga Uno Dengan Bung Hatta

Beberapa waktu yg lalu sempat viral diksusi mengenai Bung Hatta dan Sandiaga Uno khususnya dalam hal persamaan dan persandingan antar keduanya.

Saya melihat, rasanya kok kurang pas kalau Bung Hatta diibaratkan dgn Pak Sandi.
Saya akan jelaskan dgn singkat terkait hal ini.

Pertama, Bung Hatta adalah politisi dengan gelar negarawan, pemikir, serta penulis yg sangat produktif.
Nanti akan saya tuliskan beberapa judul buku karta Bung Hatta yg saya miliki. Sedangkan Pak Sandi adalah sosok politisi dan pengusaha yg saat ini gelarnya adl politisi kaya raya.

Dari kategorisasi ini saja, Pak Sandi jujur ya masih jauh sekali dibanding Bung Hatta. Hehehe

Kedua, dari keakrabannya dengan Buku.
Bung Hatta ini dikenal gandrung akan buku2.
Kita tentu masih ingat ketika Bung Hatta pulang dr studinya di Belanda, beliau membawa peti2 besi berisikan buku koleksinya selama di Belanda. Dan, bukan main banyaknya.

Selain itu, kita juga mengetahui bagaimana Bung Hatta kekeuh membawa berkoper2 buku ketika beliau diasingkan ke Boven Digoel, atau ke tempat pengasingan lainnya. Dalam hal ini hubungan Bung Hatta dan buku ibarat dua sedjoli yg tak terpisahkan.

Perihal mengenai buku tidak hanya berhenti di situ. Saking gandrungnya, Bung Hatta bahkan menulis buku berjudul “Alam Pikiran Yunani”, khusus untuk meminang Bu Rahmi agar menjadi istrinya kelak. Bukan cincin, bukan kalung, bukan gelang, pun juga bukan tanah atau kendaraan. Tetapi buku. Ya, buku.

Ambooiiiiiiii yg begini ini apakah masih bisa diibaratkan dengan Pak Sandi?
Hehehe

Ketiga, Bung Hatta adalah 100% pejuang ekonomi yg berpihak kepada rakyat kecil, apapun namanya (ekonomi kerakyatan, ekonomi Pancasila, ekonomi berkeadilan, ekonomi terpimpin dst).
Anda bisa dgn mudah menemukan warisan pemikiran Bung Hatta mengenai hal ini. Soal koperasi, pasal 33 UUD 1945, asas kekeluargaan, dst.

Sedangkan Pak Sandi ya pengusaha. Business as usual. Sama halnya dgn rekan sejawatnya seperti Pak Rosan Roeslani, Pak Anindya Bakrie, Pak Erick Thohir, Pak M Luthfie dst.

Mereka semua adl pengusaha. Lebih jauh lagi pengusaha yg hidup subur serta makmur dalam alam ekonomi yg liberal dan kapitalistik (beserta varian2nnya).

Singkat kata, jikalau Indonesia konsisten dgn pikiran Hatta, pelaku ekonomi yg kuat ya bukan Pak Sandi dkk. Tapi justru rakyat kebanyakan dgn koperasinya, dgn asas kekeluargaannya dan dgn penguasaan negara yg mutlak atas kekayaaan bumi, air dan udara.

Jadi, 3 poin ini (kebanyakan kalau saya jelaskan lebih jauh) sudah cukup menggambarkan bahwa persandingan antara Bung Hatta dan Pak Sandi itu ya kejauhan.

Sekali lagi, k e j a u h a n.

Kalau mau disandingkan itu mbok ya misal dgn menantunya, Pak Sri Edi Swasono, atau yg senior ya Pak Mubyarto, Pak Dawan Rahardjo, atau Pak Adi Sasono. Mereka2 lah yg layak dan pantas disandingkan dgn Bung Hatta. Bukan Pak Sandi.

Wes jelas yo?
Kejauhan mas, Bung Hatta dan Pak Sandi.
Pak Sandi itu cocoknya disandingkan dgn pengusaha besar lain. Misalnya Pak William Soerjadjaja, Pak TP Rachmat, Pak Garibaldi atau Pak Rosan. Yg sama2 berhasil membangun kerajaan bisnis yg luar biasa besar. Hehehe
Bukan dgn Bung Hatta yg berhasil membangun pondasi perekonomian nasional yg berpihak thd rakyat kecil kebanyakan melalui pasal 33, koperasi dan asas kekeluargaan.

Salam,
Reno Ranggi Koconegoro

Mari hidupkan debat, kritik, narasi dan diskursus yg baik dan santun. Karena Republik telah sumpek dgn caci maki, hinaan dan bahkan fitnah.