PAPUA

Home / Opini / PAPUA

Oleh: Eddy Sinang Trenggono

Seorang Presiden Indonesia jika hanya punya interest politik atau berpikiran bisnis, sampai kapanpun tidak akan membangun Provinsi Papua dan Papua Barat.

Untuk apa?

Total jumlah penduduk kedua provinsi itu hanya sekitar 4,3 – 4,4 juta. Masih kalah dengan penduduk kabupaten Bogor yang hampir 6 jt, atau lebih sedikit dari penduduk Kabupaten Bandung (3,7 juta) atau Bekasi (3,8 juta). Jadi jika si Presiden hanya ingin mencari dukungan politik maka lebih baik ia sebar sebar uang di kabupaten di pulau Jawa.
Akan lebih mengundang popularitas dari jutaan pemilih.

Dari segi ekonomi? Jika Presiden hanya berpikiran secara ekonomi jelas rugi melakukan investasi puluhan Trilliun hanya untuk membangun jalan lintas, ditengah hutan diatas pegunungan didaerah terpencil. Kapan balik modalnya? Berapa puluh tahun? Jalan jalan lintas beraspal ditepian tepian perbatasan untuk apa? Membangun jembatan jembatan dipedalaman untuk apa dan untuk siapa?

Tingkat ekonominya saat ini masih sangat sangat rendah. Jaman Suharto hanya satu kota tambang Kualakencana yang dibuat super modern seperti di luar negeri.

Jika seorang Presiden hanya memikirkan bisnis dan cari untung, untuk apa menyetarakan harga BBM atau semen di Papua sama dengan harga di pulau Jawa atau di wilayah barat, sudah jelas ruginya karena harus di subsidi.

Untuk apa secara khusus menyelenggarakan Tol laut , hanya untuk “mengurangi perbedaan harga” Barat dan Timur. Bukankah lebih untung jika Presiden menyuruh anak, menantu atau teman 2 dekatnya jadi spekulan atau supplier BBM, bahan bangunan atau bahan makanan ke Papua??

Beruntunglah Presiden Jokowi berpikir seperti Ibu yang menyayangi semua anak anaknya.
Jika Presiden terdahulu hanya menyayangi anak anak tertua saja yang sudah mahasiwa dan sudah bekerja, saat ini perhatian dicurahkan kepada anak anak nya yang masih kecil tapi potensial dimasa depan.

Saya terbayang,,, nanti tahun 2040 – 2050 , atau tahun 2070.
Ketika Papua sudah sangat maju dan modern, disuatu ruang kelas sekolah SD seorang Guru menceritakan kepada murid muridnya
“Dahulu kala ada seorang kurus selalu berbaju putih, datang dari tanah yang jauh, membawa cinta kepada kita…. Kepada orang orang Papua, orang itu di benci oleh orang orang jahat di tanahnya, tapi ditanah Papua ia dicintai semua orang… ”

Lalu seorang anak dipojok kelas bertanya
“Bu Gulu, kalau Natalius Pigai itu ciapa?”
Bu Guru, memikir sejenak
” Maaf Nak, kitorang tidak tahu siapa dia?”.