Pendemi Covid-19 Meningkatkan Ketaqwaan Sosial

Home / Opini / Pendemi Covid-19 Meningkatkan Ketaqwaan Sosial

 

Oleh: M. Ramadhansyah S. Maliala
(Alumni HMI, Sekjen Relawan JAMIN, Konsultan Infrastruktur Jalan dan Jembatan)

 

Menghadapi era New Normal atau yang selalu didefinisikan sebagai tatanan baru yg dilaksanakan berbasis pada adaptasi pola hidup bersih dan sehat, merupakan tahapan baru yg harus dijalani seluruh masyarakat Indonesia setelah PSBB ditetapkan oleh pemerintah.

Agar pelaksanaannya tidak menimbulkan permasalahan baru maka pemerintah menetapkan protokoler yg wajib ditaati semua warga masyarakat. Seperti pakai masker ketika keluar rumah, cuci tangan.

Tentu kesiapan masyarakat Indonesia khususnya ummat muslim memasuki era ini tidak bisa ditunda tunda lagi.

Untuk itu perlu dipahami apa yang harus dilakukan baik ulama dan tokoh masyarakat serta masyarakat? Dan bagaimana sebaiknya masyarakat menyikapinya?

Pertanyaan ini bisa melemah jika melihat grafik covid 19 di Indonesia yang masih tinggi. Dan kondisi ekonomi yg cenderung melemah maka salah satu alternatif pilihan adalah new normal.

Ajaran Islam

Dalam ajaran agama Islam sangat jelas dalam sebuah hadist Rasulullah SAW mengatakan Kebersihan itu adalah sebagian dari Iman. Dan Rasulullah itu adalah panutan semua Ummat Islam. Pertanyaan kenapa kita lupa dan lalai mengamalkan ajaran ajaran beliau?

Sesungguhnya ajaran Islam memerintahkan umat utk menggali ilmu yg terkandung dalam Al-Quran dan Al-Hadist maupun alam ini untuk mendapatkan kebahagian hidup di dunia dan akherat kelak.

Contoh terpuji yang dipraktekkan Nabi dalam kehidupan sehari hari adalah pentingnya menjaga kebersihan dengan standar adab yang tinggi yang diimplementasikan oleh umat dalam melaksanakan kewajiban sholat lima waktu sehari.

Ajaran sangat jelas menunjukkan sangat tingginya masalah kebersihan dan kesehatan untuk menjaga kesucian ketika kita menghadap Allah. Bahkan dalam prosesnya untuk menjaga kesuciannya harus mematuhi beberapa standar terpuji seperti air dan ada.

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwasanya ajaran tersebut merupakan modal dasar bagi ummat Islam, bahwasanya dalam kondisi bagaimanapun harus siap menghadapinya.

Dalam ajaran Islam juga diterangkan sangat jelas dalam Al-Quran, bahwasanya 2/3 isi kandungan Al-Quran tersebut adalah bagaimana ummat mengatur hubungan antara mereka dan 1/3 mengatur hubungan dengan PenciptaNya.

Penutup

Karenanya hikmah pendemi Covid-19 ini bagi umat Islam menjadi momen terpenting untuk mengasah ketajaman serta kesalihan pribadi serta kesalihan sosial ummat khususnya Ummat Islam Dalam menghadapi Pendemi Covid ini.

Kunci utama adalah kita harus menjadi diri sendiri, karena semua aspek kehidupan dunia ada dalam ketentuan dan kekuasaan Allah SWT.
“Mari kita ber Islam dengan benar dan itulah jawaban sesungguhnya agar umat Islam menjadi Rahmad bagi sekalian Alam”

Pematangsiantar, 19 juni 2020