Pidato Visi Misi Prabowo-Sandi: Ilusi dan Retorika TelePrompter

Home / Opini / Pidato Visi Misi Prabowo-Sandi: Ilusi dan Retorika TelePrompter

Ilustrasi Foto; Tempo.co

Model Menyerang Nihilkan Prestasi Indonesia Jadi Arus Balik.

1). PDI Perjuangan tidak kaget dengan subtansi Pidato Visi Misi Prabowo Sandi. “Selain melanggar aturan Kampanye, apa yang disampaikan sesuai dengan watak Pak Prabowo: menyerang dan nihilkan prestasi Indonesia. Bayangkan, kalau Asian Games, Asian Para Games, Kemajuan membangun dari pinggiran, dan kehadiran nilai-nilai kemanusiaan dalam kebijakan sosial Pak Jokowi- JK pun terasa dinihilkan. Jadi PDI Perjuangan sudah menduga isinya akan seperti itu. Sebab di mata Pak Prabowo semua adalah kegagalan sesuai pengalamannya sendiri”.

2). Dengan demikian pidato visi misi pun sarat dengan ilusi dan retorika TelePrompter. “Menihilkan prestasi Pak Jokowi dan Pak JK hanya akan mengurangi elektoral Pak Prabowo-Sandi tidak hanya di Jawa dan Sulawesi. Masyarakat Sumatera, Kalimantan, NTT, Papua, dan Indonesia Timur lainnya yang telah merasakan sentuhan kebijakan Pak Jokowi-JK kami pastikan kurang respek dengan pidato retorik-telepromter tsb”.

3). Dengan demikian jika pidato visi misi Prabowo-Sandi tersebut dilihat dalam perspektif kemanusiaan, kerakyatan, dan komitmen terhadap apa yang telah dilakukan oleh Pak Prabowo dan Partai Gerindra, maka skornya 3-0 untuk kemenangan Pak Jokowi. “Retorika melawan berbagai bentuk ketidakadilan itulah yang terus mereka mainkan. Namun PDI Perjuangan meyakini bahwa bicara dengan rakyat adalah bahasa hati; bahasa kepedulian melalui sentuhan kepemimpinan merakyat, bukan sebaliknya”.

4). Indonesia dibangun dengan niat baik dan pemikiran positif. Strategi model menyerang justru menjadi arus balik, yang justru malah mengingatkan masa lalu Pak Prabowo. “Hal yang kami apresiasi dari Pidato tsb adalah vokal dan intonasi Pak Prabowo jauh lebih baik”

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan