Pilih di Rumah atau ICU

Home / Opini / Pilih di Rumah atau ICU

Oleh: dr Firman Abdullah SpOG

Ketika Jokowi menghindari lockdown dan memilih PSBB, kalian teriak lockdown, lockdown, jangan ekonomi yang di pikirkan, dahulukan keselamatan rakyat.

Dan ketika Jokowi mendahulukan keselamatan rakyatnya dengan memilih melakukan PPKM kalian teriak-teriak lagi, tolong pikirkan ekonomi, rakyat sudah menjerit-jerit kelaparan. Padahal belum ada satupun laporan terjadinya busung lapar seperti ketika krisis moneter 1998 yang lalu.

Padahal dalam menghadapi pandemi seluas ini yang katanya terjadi dalam siklus seratus tahunan pemerintah dimanapun di dunia ini akan melakukan kebijakan yang sama sesuai dengan kondisi yang ada pada negara masing-masing.

Pemerintah akan berupaya mengatasi pandemi COVID-19 secepat mungkin dengab tetap mempertimbangkan stabilitas ekonominya secara keseluruhan.

Sekaligus juga mengatasi semua rongrongan dan gangguan yang ada dalam mengatasi pandemi COVID-19 itu.

Karena akan selalu ada kelompok yang mencoba mengambil peluang untuk menghajar pemerintah.

Dengan meningkatnya jumlah kematian karena COVID-19 termasuk juga para dokter dan tenaga kesehatan yang dilibas oleh COVID-19 ini telah membuktikan bahwa kebijakan PPKM adalah pilihan yang paling rasional yang tersedia.

Disini Presiden Jokowi telah memilih kebijakan yang seharusnya diambil yaitu yang mengacu kepada dalil utama, yaitu salus populi suprema lex yang artinya adalah keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

Selamatkan nyawa rakyat lebih dulu, karena tidak ada kata tunggu dulu bagi virus corona 19 yang ganas ini.

Tidak bisa jualan memang menyusahkan, tapi masuk ke ICU sekeluarga karena COVID-19 lebih mematikan daripada menyusahkan.

Oleh karena itu, berhentilah berkerumun atas alasan apapun minimal selama 4 minggu, tapi tetap sehat walaupun mungkin saja akan kesulitan ekonomi, kurangilah mobilisasi jika tidak terlalu urgen atas kesadaran sendiri supaya terhindar tidak bisa kemana-mana karena dipasangi ventilator di ruang ICU COVID-19 di rumah sakit karena terinfeksi COVID-19 yang tidak ada jaminan bisa tetap selamat dari keganasan COVID-19.

Dan pakailah masker dengan baik dan jaga jarak dengan niat supaya kita tidak menjadi agen penular COVID-19 bagi orang lainnya.

Sehingga semoga niat baik kita itu diganjari oleh Allah SWT dengan menjauhi kita dari terpapar COVID-19.

Insya Allah.