Jangan Teriak Pasal 33, tapi Punya Lahan 5 Kali Jakarta

Home / Berita / Jangan Teriak Pasal 33, tapi Punya Lahan 5 Kali Jakarta

Calon Presiden Jokowi kembali menyinggung kepemilikan lahan negara oleh elite di Tanah Air. Hal itu dia sampaikan di depan pendukungnya yang mendeklarasikan diri sebagai Alumni Jabar Ngahiji, di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Bandung, Minggu (10/3/2019).

Jokowi menyatakan elite tersebut suka berteriak soal Pasal 33 UUD 1945, yang menetapkan kekayaan negara dikuasai oleh negara untuk dikelola demi kesejahteraan rakyat. Namun, faktanya elite tersebut menguasai tanah negara yang luasnya lima kali luas Jakarta.

“Jangan juga ada yang teriak-teriak Pasal 33. Jangan sampai ada lagi yang teriak-teriak satu persen menguasai 90 persen aset, tetapi dia sendiri memiliki lahan lima kali Provinsi Jakarta,” kata Jokowi, yang disambut teriakan “balikin! balikin!” oleh ribuan pendukungnya yang menyemut di Jalan Dipati Ukur, Bandung.

“Jadi, perlu saya ingatkan. Sebetulnya yang namanya pemberian lahan juga tidak apa-apa, legalitas saja tidak ada masalah. Memberikan konsesi kepada perusahaan itu legal saja, tetapi lahan itu harus produktif. Lahan itu harus memberikan manfaat kepada negara, harus bisa memberikan manfaat kepada rakyat,” ujar Jokowi.

Pada kesempatan itu Jokowi menerangkan program pembagian sertifikat tanah serta hak pengelolaan tanah negara kepada rakyat. Pemberian sertifikat tanah itu ditujukan untuk menghindari konflik agraria, adapun pemberian konsesi tanah negara kepada rakyat agar lahan tersebut bisa memberikan manfaat kepada rakyat kecil.

“Justru saya yang dituding-tuding. Wong kita memberikan konsesi. Membagikan sertifikat kepada rakyat kok katanya tidak berguna, tidak bermanfaat,” katanya.

“Yang saya sudah bagikan kepada koperasi, pondok pesantren, petani, nelayan, berupa konsesi-konsesi 35 tahun, sudah 2,6 juta hektar selama empat tahun. Sertifikat yang sudah kami berikan kepada rakyat tanda bukti hak hukum atas tanah, sudah kami berikan lebih dari 16 juta sertifikat. Kok katanya dibilang tidak bermanfaat untuk masyarakat?” kata Jokowi.

Jawa Barat Akan Menangkan Jokowi

Alumni Jabar Ngahiji adalah alumni perguruan tinggi, SMA, relawan, komunitas, dan masyarakat Jawa Barat pendukung Jokowi-Kiai Ma’ruf. Mereka bertekad memerangi hoaks dan fitnah yang ditujukan kepada pasangan nomor urut 01 itu serta memenangkan mereka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Kami bertekad akan memerangi hoaks, fitnah, kebohongan, dan upaya menghancurkan kokohnya benteng Pancasila. Kami bertekad jaga Jokowi-Ma’ruf Amin dengan sepenuh hati,” kata Nila Oktaviani, perwakilan Alumni Jabar Ngahiji, membacakan deklarasi dukungan kepada Jokowi-Kiai Ma’ruf.

“Kami bertekad jaga Tanah Air yang kami cintai ini. Semoga Allah meridhoi dan memberkati tekad kami ini. Bandung 10 Maret 2019,” kata Nila.

Jokowi mengucapkan terima kasih atas dukungan Alumni Jabar Ngahiji. Dia berpesan jangan sampai negara besar seperti Indonesia‎diserahkan kepada orang yang tidak berpengalaman dalam pemerintahan.

“Kita negara besar, penduduknya 260 juta jiwa. Kita sadar, mengelola negara besar Indonesia tidak mudah. Saya sangat beruntung sekali diberikan, dimudahkan oleh Allah, punya pengalaman dari bawah,” kata Jokowi.

“Dua kali jadi Wali Kota, Gubernur DKI, dan Presiden. Jadi, perlu saya ingatkan, jangan berikan kepada yang belum berpengalaman. Hati-hati, 260 juta penduduk itu tanggung jawab kita semua. Kalau diberikan kepada yang belum berpengalaman, bagaimana jadinya?” tutur Jokowi, yang langsung disambut teriakan bergemuruh dari para pendukungnya.

Lawan Hoaks dan Fitnah

Kepada masyarakat Jawa Barat, Jokowi berpesan agar berani melawan hoaks dan fitnah, yang disebarkan dari pintu ke pintu.

“Yang namanya hoaks, kabar fitnah, sudah dari rumah ke rumah, door to door. Berbahaya bagi persatuan dan kerukunan kita. Harus berani kita lawan, perangi, jangan diam!” katanya.

Jokowi juga mencurahkan isi hatinya, yang difitnah jika memenangi Pilpres 2019 maka tidak akan ada lagi suara azan yang berkumandang di Indonesia serta tidak ada lagi pendidikan agama di semua sekolah.

Jokowi mengaku tidak habis pikir dengan fitnah dan hoaks seperti itu, karena sama sekali tidak masuk akal.

 

Sumber