Tanpa Otopsi Post Mortem, Penyebab Kematian Tak Bisa Dipastikan

Home / Artikel / Tanpa Otopsi Post Mortem, Penyebab Kematian Tak Bisa Dipastikan

Oleh: Dr. Firman Abdullah, Sp.OG

 

Sertifikat kematian yang menyatakan penyebab kematian itu, yang paling valid adalah dari hasil Otopsi post mortem.

Jika Otopsi post mortem tidak dilakukan, sebetulnya penyebab kematian tidak bisa dipastikan.

Untuk itu dipakai penyebab kematian secara klinis.

Bukti jika otopsi tidak dilakukan untuk menentukan penyebab kematian karena Covid-19 adalah jika ditemukan virus Covid-19 pada biakan virusnya/kultur.

Dan jika kultur tidak dilakukan maka diagnosa klinis masih bisa ditegakan dengan pemeriksaan RT-PCR, tapi validitas RT-PCR masih di bawah Kultur.

Dan untuk mengetahui apakah kematian itu penyebab utamanya adalah Covid-19 atau Covid-19 hanya sebagai penyebab penyerta di atas tubuh yang ada komorbidnya saja, dibutuhkan hasil Cycle Value dari RT- PCR nya.

Pada Ct Value yang rendah artinya Viral load tinggi dapat di perkirakan bahwa Covid-19 mempunyai peran yang signifikan sebagai penyebab kematian langsung ataupun tidak langsung.

Dalam ilmu kedokteran penyebab kematian itu bisa tunggal ataupun bergabung dengan penyebab lainnya.

Kematian bisa dikatakan disebabkan oleh Covid-19 ataupun bersamaan dengan Covid-19 jika hasil RT-PCR-nya terkonfirmasi Covid-19.

Semua hasil pemeriksaan itu ada dokumen yang dikeluarkan bukan dari RS yang merawat pasien Covid-19, tapi dari laboratorium resmi yang ditunjuk oleh pemerintah untuk memeriksa RT PCR Covid-19.

Namun dalam protokol pandemi Covid-19 yang mengacu ke WHO, memang dikatakan bahwa kematian pada kasus yang di duga/suspek Covid-19/probable Covid-19 dimasukan sebagai kematian Covid 19.

Artinya, bisa saja terjadi setelah jenazah dikuburkan dengan protokol Covid-19, barulah keluar hasil RT PCR-nya ternyata negatif Covid-19.

Kesalahan diagnosa bisa saja terjadi di titik ini, karena bisa saja terjadi bahwa pasien yang meninggal gejalanya seperti Covid-19, ternyata hasil pemeriksaan laboratoriumnya negatif Covid-19 (yang kadang baru keluar beberapa hari setelah pasien Covid-19 dikuburkan).

Dan memang idealnya seperti sebelum ada pandemi Covid-19, selalu ada audit kematian.

Hanya audit kematian yang bisa mematahkan semua isu negatif ataupun dugaan dugaan negatif terhadap kematian Covid-19.

#DrFirmanAbdullahSpOG
#Bukittinggi
#7oktober2020