Regulasi Kalah Cepat Dengan Skuter Listrik

Home / Infografis / Regulasi Kalah Cepat Dengan Skuter Listrik

Majunya teknologi membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah, tak terkecuali pada alat transportasi sehari-hari. Keterbatasan bahan bakar minyak sebagai penggerak kendaraan bermotor, mulai tergantikan dengan adanya sumber energi alternatif yang sangat mudah didapat dan renewable.

Listrik, inilah yang akan menjadi sumber energi untuk kendaran bermotor dimasa yang akan datang. Hal ini bisa dilihat dari mulai bermunculannya kendaraan-kendaraan yang sudah mulai menjadikan listrik sebagai sumber energinya. Mulai dari motor, mobil hingga skuter listrik yang sedang hype di sekitaran ibu kota Jakarta.

Skuter listrik (e-scooter) yang diberi nama Grabwheels ini mulai diperkenalkan oleh Grab, perusahaan jasa berbasis aplikasi asal malaysia. Untuk dapat menggunakan layanan ini, pengguna dikenakan tarif Rp 5.000 setiap 30 menit. Ketersediaan unit pada setiap shelter Grabwheels dapat dipantau melalui aplikasi Grab. Umumnya, shelter GrabWheels berada di pusat perkantoran sehingga menjadi alternatif moda transportasi bagi para millenial.

Awalnya, Tujuan dari perusahaan memberikan solusi berkendara di jalanan ibu kota. Namun tidak hanya itu, anak muda jakarta memanfaatkan skuter ini untuk hiburan, berkeliling dan menikmati keramaian jalanan ibukota. Mereka menggunakannya hanya untuk bersenang-senang, bukan untuk menunjang mobilitas dari satu tempat ke tempat tujuan tertentu.

Baca:  Skenario Pemindahan Ibu Kota Baru Indonesia

Beberapa hari lalu, terdengar kabar bahwa terjadi kekecelakaan yang melibatkan e-scooter dengan kendaraan pribadi yang menyebabkan dua pengendara e-scooter itu tewas. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Gate 3 Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada Minggu (10/11/2019) dini hari.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, menyarankan pihak penyedia layanan menghentikan sementara operasional GrabWheels. Tidak hanya itu, Ia juga meminta pemerintah daerah setempat menyiapkan payung hukum untuk memberikan perlindungan terhadap para penggunanya.

Pihak Grab pun buka suara terkait peristiwa tersebut. Segenap manajemen Grab menyesali atas tewasnya dua pengguna layanan GrabWheels beberapa waktu lalu. Melalui siaran tertulisnya CEO of GrabWheels, TH Tham, menyatakan komitmen Grab untuk terus meningkatkan keamanan pengguna melalui edukasi dan bekerjasama dengan pihak terkait.

Pemerintah DKI jakarta sudah seharusnya berkodrinasi dengan pihak grab sebagai pengelola skuter terkait jalanan yg harus dan bisa dilewati oleh pengendara karena fasilitas pendukung yang kurang memadahi. Aturan berkendara skuter juga harus dibuat karena terkait dengan ketertiban dan keamanan pengendara.

Baca:  Problematika Anggaran Belanja Jakarta

Singapura telah lebih dulu mengeluarkan aturan yang melarang penggunaan skuter listrik. Bermula dari banyaknya kecelakaan akibat pemakaian skuter listrik di trotoar hingga memakan satu korban jiwa, Pemerintah Singapura mengenakan sanksi berat berupa penjara tiga bulan atau denda SG$ 2.000, atau setara dengan Rp 20,6 juta.

Langkah Singapura dalam menata penggunaan Skuter Listrik, perlu diterapkan juga di Jakarta. Pekembangan moda transportasi yang ditunjang oleh kemajuan teknologi, sebaiknya diikuti dengan aturan yang memadai. Hal itu sejalan dengan prinsip keamanan dan keselamatan pengguna transportasi, maupun orang-orang di sekitarnya.

Penulis: Imawan Ardani

  Harya Putra

 Previous Next 

WhatsApp chat