Kepada Yang Mulia Tuan Munarman dan Pengurus FPI di Petamburan

Home / Artikel / Kepada Yang Mulia Tuan Munarman dan Pengurus FPI di Petamburan

 

Hal : Melenyapkan kebiadaban.

Assalamualaikum, WW.

Langsung saja saya sampaikan, bahwa saya adalah salah satu warga Indonesia yang menganut agama Islam dan sangat terganggu atas perbuatan tercela FPI sepanjang keberadaannya. Dan secara kasat mata mencoreng agama Islam karena perbuatan kalian yang jauh dari beradab, seperti yang tuan selalu gaungkan.

Ada dua ormas Islam di Indonesia NU dan MU yang sudah cukup memadai mewakili kepentingan umat Islam, tanpa ada embel2 kata pembela, padahal mereka sudah ada sejak pra kemerdekaan. NU dan MU tak pernah mengklaim sebagai pembela Islam. Banyak ulama disana yang lahir jauh sebelum anda ada di dunia dan punya kontribusi memerdekakan dan membangun Indonesia, melalui sikap toleransi dan mendidik santri agar mencintai negeri serta Ulil Amri.

Tapi ya silakan saja kalau FPI memposisikan sebagai pembela Islam, yang sebenarnya agama ini tak perlu dibela, Islam tidak pernah bersengketa kepada agama lain, Islam fine-fine saja, yang merasa ada penistaan agama Islam kan kalian saja. Padahal justru kalian selalu menistakan agama lain. Mengganggu ibadah mereka, rumah ibadahnya, termasuk Nabi Isa yang dibilang bidannya siapa, itu jelas penghinaan yang keluar dari mulut imam besar pengumpul dosa besar.

Anda seorang Islam Tuan Munarwan, dan tau kalau Nabi Isa adalah putra Maryam yang lahir karena kehendak Allah. Jangankan membuat nabi Isa ada dirahim Maryam, dunia dan seisinya ini cuma pakai kunm fayakun, masa sekelas pembela Islam tak paham, tentang penciptaan, berkacalah kenapa alis mata dan bulu mata anda yang tidak terus tumbuh panjang seperti rambut dikepala, alangkah repotnya anda bila alis dan bulu mata anda terus tumbuh, disana ada Tuhan Tuan Munarwan, keterlaluan kalau anda tak paham tentang hadirnya Tuhan, bahkan untuk urusan bulu hidung saja anda tak kuasa mengaturnya. Jelas ya.

Singkat kata sebagai yang mengaku pembela Islam, kalianlah sumber masalah sesungguhnya yang terus memancing kekisruhan horizontal di negeri ini dengan memakai topeng Islam. Dari prilaku kalian mana ada ajaran islam yang kalian pakai. Mulut kalian jorok, kelakuan kalian norak, penampilan kalian kampungan.

Alangkah sialnya islam di Indonesia yang terpaksa memberikan label Islamnya kepada kalian yang sebenarnya jauh dari kepatutan sebagai umat islam. Kalian pantasnya adalah manusia tanpa agama dan hidup di hutan belantara.

Kalian membentuk sosok imam, yang kalian labeli dengan imam besar umat Islam Indonesia, siapa yang mengangkatnya, umat Islam yang mana yang mau punya imam serampangan dan sembarangan, di Indonesia masih punya banyak ulama besar tanpa mulut besar, tidak usah disebut pun nama mereka, dunia mengakuinya. Masih ingat 500 pemimpin Islam berpengaruh di dunia, Jokowi no. 12, KH. Aqil Shiroj no. 18 dan Habib Lufthi no. 33. Disana tidak ada nama imam besar kalian, karena memang dia imam-imaman, bukan imam beneran.

Begitu nistanya Islam kalau sampai punya imam besar yang selalu keluar masuk penjara karena kasus jahatnya. Agama ini jadi begitu murahnya dimata dunia gegara ada orang jahat dan bejat dipaksa dijadikan panutan.

Tuan Munarwan, kami tau Rizieq itu kan cuma kalian jadikan ogoh-ogah sebagai simbol murah, karena dibelakang itu semua andalah otaknya. Sayang anda banci kaleng, berlindung dibelakang nama Islam yang kalian kemas di dalam bendera FPI, samar tapi pasti FPI bisa kalian jadikan seperti Al Qaida, di Indonesia, dijadikan kenderaan memancing benturan, sekaligus memberi gate buat kaum zionis masuk untuk mengobok Indonesia, kok jadi keji begitu kalian semua.

Dalam kasus terakhir, ditengah ributnya atas kematian 6 orang yg mati konyol karena mengawal imam mulut besar, setelahnya anda membuat retorika murahan, tentang kebiadaban negara, FPI tanpa senjata, tapi polisi kena sabetan pedang di tengah demo, anda diam saja. Anda bicara biadab perilaku anda yang mbahnya biadab, coba berkaca dan tanya diri anda Munarwan itu beradab atau biadab.

Bersamaan dengan itu, anda melakukan show of force, anda terima tamu dari kedutaan Jerman, tidak masalah tamu anda siapa, tapi disaat ada gesekan FPI dan negara, tiba-tiba ada tamu asing yang anda sebut kolega mejeng di kantor anda, apa kami tidak curiga, apa yang anda bicarakan tentang Indonesia, tapi yang pasti sumpah serapah anda kepada aparat dan Indonesia, si tamu pasti manggut-manggut, sambil berpikir bagaimana bisa mendapatkan falm oil dan nikel mentahan dengan harga murah.

Kita tau Jerman adalah salah satu pendukung ISIS di Suriah yang dikatakan Rusia, sementara benang merah dan symtomnya FPI mengarah kesana, membuat keonaran, menantang aparat dan pemerintah, deduksi awal banyak pihak adanya bibit teroris sudah ada pada organ FPI, dan menurut catatan anda pernah dibaiat ISIS.

Tuan Munarwan, anda itu pintar, tau hukum, lha kok cari makannya jual keonaran, lagian tega banget suka ngumpuli massa, anak-anak dibawa2. Apakah gak ke pikir kalau anak2 itu kelak berjiwa radikal merusak negaranya, bagaimana kelak kelangsungan hidupnya. Bagaimana kalau itu anak anda, apakah memang sudah disiapkan dididik dengan pola yang sama. Apakah anda tidak lihat Suriah yang nyaris rata dgn tanah, jutaan anak kelaparan dan jadi korban pembantaian.

Indonesia ini penduduk nya 16 kali Suriah, kalau terjadi perang saudara sungai di negeri ini akan memerah dengan warna darah. Apa itu yang anda inginkan, apa itu sebuah kepuasan, apa itu yang disebut beradab, apa itu semua yang Mulia Tuan Munarwan. Silakan anda berambisi untuk itu semua, tapi kami tak sejengkalpun akan mundur membiarkan kemungkaran dan kerusakan Indonesia.

Bicaralah kepada bohier anda, diskusikan bahwa Indonesia bukan Suriah, Indonesia adalah tanah Nusantara, ada titisan sumpah Palapa dan semangat Gajah Mada serta Sri Wijaya. Tarik mimpi anda, dan kembalikan jiwa anda sebagai jiwa Indonesia, jangan dijual murah hanya untuk uang receh yg gampang di lepeh.

Usia anda sekarang 52 thn, tidak lama utk menikmati dunia, apalagi dengan cara yang durjana. Kembalilah jadi manusia yang berguna, bukan jadi setengah kera, yang pada akhirnya anda cuma dapat kulit kacang dan jadi pecundang. Sementara yang punya uang tertawa ongkang-ongkang.

Tuan Munarwan waktu anda masih ada, jangan sia-siakan hidup anda. Jadilah orang Indonesia yang sesungguhnya, jangan jadi pengkhianat dan penjilat para penjahat, yang memang bejat.

AJAK FPI KEMBALI KE IBU PERTIWI, KALAU TIDAK PASTI DIHABISI.

Iyyas Subiakto

WhatsApp chat