Menolak Diam; Mereka Membelot Maka Kita Melawan

Home / Berita / Menolak Diam; Mereka Membelot Maka Kita Melawan

JAKARTA – Usai rangkaian pemungutan suara Pemilu pada 17 April 2019, suhu politik dalam negeri masih belum mereda. Berbagai lembaga survei kredibel telah merilis hasil hitung cepat (Quick Count) dengan kemenangan pasangan calon presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Di satu sisi, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi juga terus menyuarakan kemenangan berdasarkan hasil perhitungan Internal.

Klaim kemenangan BPN tersebut juga diikuti dengan upaya-upaya yang mengancam keberlangsungan demokrasi di tanah air, seperti upaya de-legitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu.

Hal ini juga menjadi dasar perjuangan Komando Laskar Indonesia Bersatu yang dicetuskan Tumpak Sitorus dan Abi Rekso Panggalih.

Pernyataan Sikap Nasional Komando Laskar Indonesia Bersatu disampaikan dalam sebuah Konferensi Pers pada Senin, 20 Mei 2019 di Menteng, Jakarta Pusat.

Gerakan ini menilai kualitas demokrasi kita belakangan ini sudah memudar, bukan karena penyelenggara, namun akibat ulah salah satu peserta pemilu. Ruang publik terus dikotori oleh berita palsu, serta ujaran-ujaran yang memicu permusuhan antar warga negara.

Baca:  Imbauan Agar Tak Sebar Konten Video Kekerasan Selandia Baru

Selain itu Komando Laskar Indonesia Bersatu dengan tegas menolak pembusukan Lembaga kredibel seperti KPU dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sebagai Lembaga yang sah dan konstitusional.

Pada kesempatan itu, Abi Rekso yang menjadi Badan Koordinasi Laskar juga membeberkan latar belakang Prabowo Subianto dan orang-orang disekitarnya. Prabowo adalah anak dari Sumitro Djojohadikoesoemo, tokoh yang dinilai aktiv dalam gerakan-gerakan politik bawah tanah yang bersebrangan dengan Soekarno.

Selain dihadiri kalangan jurnalis, acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa aktivis gerakan 98, seperti Narendro yang menjadi salah satu korban penculikan aktivis tahun 1998. (Red)

WhatsApp chat