Menteri Erick Thohir: Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia Memiliki Potensi Besar

Home / Berita / Menteri Erick Thohir: Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia Memiliki Potensi Besar

Jakarta, PKP Berdikari – Potensi peningkatan ekonomi dan keuangan Syariah di Indonesia segera disambut Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan melakukan merger tiga Bank Syariah milik BUMN. Aksi korporasi tersebut menghasilkan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang diprediksi akan menjadi bank terbesar ke-8 di Indonesia.

“Penetrasi pasar Bank Syariah di Indonesia masih sangat rendah yaitu 4,1% dibanding Malaysia yang mencapai 29%. Hal itu jadi potensi besar bagi penyedia layanan Syariah di Indonesia,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir saat membuka diskusi virtual berjudul “BSI: Aksi Korporasi Terbesar Bagi Umat” yang digelar di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2021.

Selanjutnya, Erick mengatakan dampak merger tersebut terhadap masyarakat yakni memberikan alternatif jasa keuangan Syariah yang dikelola secara professional dan memiliki brand positioning sebagai bank besar.

Dalam paparannya, Erick Thohir yang juga sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah menyebut, penduduk muslim di Indonesia diproyeksikan mencapai 185 juta jiwa pada tahun 2025 mendatang. Peluang lain yang dapat dimanfaatkan yaitu pergeseran minat penduduk Indonesia terhadap berbagai produk Syariah yang dimulai sejak tahun 2016.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BSI Herry Gunardi berharap proses merger tersebut akan menjadikan BSI menjadi Bank Syariah terbesar di Indonesia yang berdaya saing global. Dalam jangka panjang, Ia yakin hal itu akan membawa BSI menjadi 10 Bank Syariah teratas di dunia berdasarkan kapitalisasi pasal.

Optimisme itu, lanjut Herry, didasarkan oleh produk consumer yang beragam dan dukungan kemampuan teknologi yang terbaik untuk melayani pelanggan dengan pengalaman perbankan digital yang lebih baik. Secara kinerja, Herry Hery optimis BSI akan mencapai target Rp 272 Triliun Pembiayaan dan pendanaan yang mencapai Rp 336 triliun pada 2025.

Proses merger BSI sendiri telah berlangsung sejak Maret 2020 dan akan berjalan efektif mulai awal bulan Februari 2021 mendatang. “Alhamdulillah pada hari ini (28 Januari 2021), izin merger sudah dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Kami berharap tanggal pada 1 Februari akan berlaku efektif penggabungan dari ketiga bank umum Syariah ini,” tegas Herry.

Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal yang juga menjadi narasumber mengatakan, tujuan dari pelaku industri, khususnya keuangan Syariah yakni membawa pemerataan dan keadilan pada masyarakat Indonesia.

Helmy menuturkan, Islam memiliki konsep ekonomi yang tumbuh atas dasar pemerataan. Harta tidak boleh berputar diantara segelintir orang saja. Ia juga meyakini bahwa pemerataan ekonomi masyarakat akan hadir melalui konsep ekonomi Syariah.

“Ini menjadi komitmen bersama, bahwa ekonomi Syariah harus membawa pada pemerataan, sesuai dengan ajaran Islam,” terang Helmy Faishal.

Turut hadir dalam diskusi virtual ini diantaranya Komisaris Bank Mandiri Syariah Arief Rossyd, Perwakilan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Hendro Wibowo, dan Staf Ahli Wapres Ahmad Erani Yustika.

WhatsApp chat