Pecat Kapolda Sulawesi Tenggara

Home / Berita / Pecat Kapolda Sulawesi Tenggara

Dalam suasana aksi massa yang kian riuh di beberapa kota besar di Indonesia, sepatutnya POLISI tetap menjadi pengayom masyarakat.

Kasus wafatnya seorang mahasiswa di Kendari dengan inisial IR (21), memperpanjang catatan buruk penanganan aksi massa.

Osmar Tanjung, selaku Sekjen PKP BERDIKARI menuntut adanya penyelesaian sesegera mungkin. Jika tidak segera diatasi eskalsi akan semakin melonjak.

“Saya percaya kemampuan POLISI kita luar biasa dalam pengendalian. Sejauh ini instruksi KAPOLRI tidak ada menggunakan peluru tajam. Namun, kenapa situasi di Kendari bisa kebobolan?” Tandas Osmar.

Lebih lanjut, Osmar menekankan bahwa Kapolri harus segera mencopot Kapolda Sultra. Karena gagal menangani aksi massa secara prosedural tanpa memakan korban.

Sekjen Pergerakan Indonesia, Abi Rekso dalam sikapnya menilai bahwa ada tindakan indisipliner dari proses pengendalian aksi di Kendari.

“Tidak ada satu perintah Kapolri yang menginstruksikan menggunakan peluru tajam. Sejauh ini aksi masa masih bisa dikendalikan dengan baik oleh Kepolisian. Kenapa hal konyol bisa terjadi di Kendari?” Ujar Abi.

Abi Rekso juga menekankan, sejauh ini citra Polisi cukup positif dikalangan luas masyarakat. Jangan karena satu dua oknum yang indisipliner, masyarakat kembali tidak percaya pada institusi Polri.

“Kapolda Sulawesi Tenggara, bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Dan Kapolri pantas mencopot jabatannya” tutup Abi Rekso.

WhatsApp chat