Pemerintah Optimis Ekonomi Indonesia Segera Membaik

Home / Berita / Pemerintah Optimis Ekonomi Indonesia Segera Membaik

Jakarta, PKP Berdikari – Pemerintah optimis perekonomian Indonesia akan tumbuh positif di kisaran 0%-0,5%. Salah satu yang bisa membantu adalah peran pemerintah dalam mendorong government spending yang besar kedepan.

Demikian disampaikan Meteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sebuah Webinar bertema “Pemulihan Ekonomi Indonesia” di Jakarta, 3 Juli 2019.

“Jadi, pertumbuhan ekonomi tidak negatif di akhir tahun ini. Sedangkan, untuk tahun depan (2021), Indonesia sudah diprediksi masuk jalur positif,” kata Airlangga seperti dilansir dari publikasi ekon.go.id.

Upaya yang dilakukan pemerintah yakni dengan memperbaiki sisi regulasi, tata kelola pemerintah, serta reformasi di sektor kesehatan. Disamping itu, Menko Airlanga meyakini Indonesia memiliki tingkat ketahanan tinggi karena saat ini kita terbantu dengan sektor finansial yang masih menjadi buffer kuat untuk ekonomi.

“Pemerintah pun akan mendorong integrasi rencana tata ruang kawasan perkotaan atau metropolitan dengan kebijakan nasional, dengan tujuan memperkuat ekonomi wilayah setelah pandemi ini berakhir. Selain juga memberikan stimulus ke UMKM dan korporasi seperti yang selama ini sudah dilakukan,” lanjut Menko Airlangga.

Senada dengan Airlangga, Deputi II Kantor Staf Presiden Panutan Sakti Sulendra mengatakan program pemulihan ekonomi nasional diharapkan bisa mengurangi dampak pandemi Covid-19 dan menghindari terjadinya skenario terburuk pada perekonomian.

“Pemerintah menjalankan dua bentuk program, yaitu untuk sisi demand berupa program perlindungan sosial, sedangkan untuk sisi supply berupa program pemulihan ekonomi nasional,” Kata Panutan.

Program itu dilaksanakan sesuai tahapan yang dipengaruhi oleh kondisi lapangan. Tahapan perlindungan sosial, misalnya, akan dilakukan apabila pandemi Covid-19 belum bisa ditangani dengan baik.

“Tetapi, kalau misalnya pandemi ini mulai bisa dikendalikan maka tahapannya adalah ke program pemulihan eknomi nasional,” jelas Panutan.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 204 Triliun khusus untuk perlindungan sosial yang dibagi dalam beberapa hal. Pertama, perluasan program Program Keluarga Harapan, dari 9,2 juta Keluarga Penerima Manfaat menjadi 10 juta dengan nilai Rp37,4 triliun.

Kedua, perluasan program kartu sembako dari 15,2 juta KPM menjadi 20 juta, dengan nilai per bulan naik dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu. Ketiga, program bantuan langsung tunai dana desa nilainya Rp 31,8 triliun. Keempat, insentif listrik bebas bayar untuk kelas 450 KVA dan diskon 50 persen untuk kelas 900 KVA dengan nilai Rp 6,9 triliun.

WhatsApp chat