PKP Berdikari : Kebudayaan adalah Kebahagiaan

Home / Berita / PKP Berdikari : Kebudayaan adalah Kebahagiaan

Kebudayaan pada hakekatnya adalah kebahagiaan. Selama lima hari, sejak tanggal 5 sampai 9 Desember 2018, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018.

Direktur PKPBerdikari, Arimbi Heroepoetri, terpilih menjadi salah satu Tim Perumus dalam kongres tersebut yang dikukuhkan dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 335/P/2018. Salah satu tugas Tim Perumus adalah untuk menyusun visi pemajuan kebudayaan untuk 20 tahun ke depan, seperti yang diamanatkan oleh UU No 5 Thn 2007 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Tim Perumus pada akhirnya menghasilkan 7 (tujuh) Isu pokok Pemajuan Kebudayaan, 7 (tujuh) Agenda Strategis Pemajuan Budaya dan 7 (tujuh) butir Resolusi KKI yang hasilnya dibacakan dan mendapat persetujuan di depan peserta kongres yang dihadiri lebih dari 3000 peserta. Rumusan ini merupakan sari pati yang diterjemahkan oleh tim perumus dalam bahasa strategis dari hasil 300 PPKD (Pokok-pokok Pikiran Kebudayaan Daerah) d tingkat kota/kabupaten dan 30 propinsi. Ditambah masukan dari berbagai macam forum kebudayaan pra kongres para pelaku budaya lainnya.

Rumusan di atas kemudian langsung diserahkan kepada Presiden Joko Widodo yang hadir dalam upacara penutupan Kongres. Dalam pidatonya Presiden menyatakan bahwa “Kebudayaan pada intinya adalah kebahagiaan”.

Arimbi menilai bahwa apa yang diucapkan presiden Joko Widodo adalah sangat tepat, bahkan merujuk kepada stanza ke-2 –dari tiga stanza– lagu kebangsaan Indonesia Raya: “Marilah kita mendo’a Indonesia bahagia” di mana sejak Orde Baru lagu Indonesia raya tiga stanza tidak pernah lagi dikumandangkan secara utuh, tetapi hanya satu stanza saja.

Seharusnya ke depan lagu Indonesia raya dengan tiga stanza diperkenalkan kembali ke publik, sehingga penghayatan secara utuh akan persatuan, bahagia, Indonesia abadi, kebhinekaan dan bakti kepada tanah air akan tertanam” Pak Jokowi nampaknya memahami itu. Tutup Arimbi.