Prabowo Batal Hadiri Kampanye Akbar di Beberapa Tempat

Home / Opini / Prabowo Batal Hadiri Kampanye Akbar di Beberapa Tempat

Oleh : Denny Siregar

Beberapa kali sudah Prabowo batal hadiri kampanye akbar.

Pendukungnya kecewa karena Prabowo tidak jadi datang ke Aceh, Medan, Bangka Belitung dan Pangkal Pinang. Dan kabar yang hadir Prabowo sakit.

Sakit apa Prabowo? Apakah karena kelelahan?

Tidak. Kabar yang beredar Prabowo terkena stroke ringan. Dan stroke ini bukan pertama kali dialami Prabowo.

Prabowo adalah pasien dr Terawan Agus Putranto, Kepala RSPAD yang kontroversial karena metode “cuci otak”nya. Dr Terawan menangani bedah otak khusus penderita stroke. Stroke adalah kondisi yang terjadi karena pasokan darah ke otak terganggu atau pecahnya pembuluh darah ke otak.

Dan ini diakui Prabowo sendiri, meski ia bilang bahwa ia berobat ke dr Terawan karena sakit vertigo.

Pada bulan Februari lalu juga beredar kabar bahwa Prabowo tidak hadir di acara konsolidasi PKS karena kena stroke.

Pertanyaannya, jika benar Prabowo penderita stroke, bisakah ia kelak memimpin Indonesia?

Kita doakan Prabowo segera sembuh. Tetapi untuk memimpin negara, kita wajib ragu. Kita butuh pemimpin yang sehat jasmani dan rohani, bukan yang sibuk dengan masalah kesehatan melulu.

Baca:  Presiden: Perencanaan Tata Ruang Harus Pertimbangkan Dampak Bencana

Indonesia adalah negeri kepulauan yang sangat luas. Mengunjungi satu persatu wilayah kepulauan itu membutuhkan stamina yang kuat. Tidak bisa kepemimpinan negeri ini hanya dilakukan di Jakarta saja.

Dan penyakit stroke, bisa mempengaruhi mental penderitanya. Selain tubuh yang terkena, struktur wajah berubah, juga akan mempengaruhi keputusan-keputusan seorang Presiden dalam memimpin negara.

Bayangkan, negeri ini dipimpin oleh seseorang yang kesehatannya meragukan. Maka keputusannya akan dipengaruhi oleh orang sekitar yang mungkin saja mempunyai banyak kepentingan untuk diri dan kroninya. Dan bahayanya, jika Presiden dianggap lemah, maka keamanan negara akan guncang dan kelompok radikal bisa bergerak tanpa kendali dengan agenda “penyelamatan negeri”.

Kita doakan Prabowo segera sembuh. Tetapi untuk memimpin negara, kita wajib ragu. Kita butuh pemimpin yang sehat jasmani dan rohani, bukan yang sibuk dengan masalah kesehatan melulu.

Selamat istirahat, Bapak Prabowo. Kenapa tidak lebih baik duduk di taman belakang rumah, menikmati udara segar, sambil menggendong kucing dan mengelus kuda-kuda? Itu sungguh baik untuk kesehatan Bapak, daripada harus terbeban pikiran dengan semua masalah yang tidak ada habisnya?

Baca:  Siti Aisyah: Terima Kasih, Pak Jokowi

Lepaskanlah ambisi besar Bapak, dan sayangilah diri sebelum terlambat. Pada usia ke-67, lebih baik merenung dan berpikir tentang akhirat.

Seruput kopinya.

Denny Siregar penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi

WhatsApp chat