Provinsi Bali Dinilai Berhasil Tekan Penyebaran Covid-19

Home / Berita / Provinsi Bali Dinilai Berhasil Tekan Penyebaran Covid-19

Jakarta, PKP Berdikari – Provinsi Bali memiliki potensi penyebaran Covid-19 yang tinggi mengingat daerah itu menjadi tujuan wisata utama, baik bagi turis lokal maupun mancanegara. Namun Bali berhasil menunjukan keberhasilannya menahan laju penularan Covid-19, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Peneliti dari Center For Strategic And International Studies M. Habib Abiyan menyebut, Kearifan Lokal menjadi salah satu fondasi penanganan Covid-19 di Pulau Dewata.

“Salah satu alasan penting yang menjelaskan relatif terkendalinya penyebaran COVID-19 di Provinsi Bali adalah kontribusi kearifan lokal masyarakat setempat yaitu desa adat dan polisi adat (pecalang),” tulis Abiyan dalam CSIS Commentaries, Jumat, 26 Juni 2020.

Data per tanggal 9 Juni 2020 menunjukan, total pasien sembuh di Bali mencapai 377 orang atau setara dengan 63 persen, jauh diatas rata-rata nasional yang sebesar 34 persen. Penambahan kasus positif di Bali sebanyak 12 kasus dari total 847 kasus nasional, dengan rata-rata kematian dibawah 1 persen.

Pemprov Bali tercatat telah bekerja sama dengan Majelis Desa Adat lewat keputusan bersama tentang pembentukan Gugus Tugas Gotong Royong Pencegahan Covid-19 berbasis Desa Adat. Keputusan bersama itu menjadi landasan hukum bagi 1.493 desa adat untuk terlibat dalam berbagai kegiatan, diantaranya seputar Kesehatan masyarakat, sosial dan ekonomi, serta kegiatan spiritual.

Baca:  Presiden Tinjau Kesiapan Pendisiplinan Protokol Kesehatan di Stasiun MRT

“Secara spesifik Desa Adat diminta untuk melakukan upaya epidemiologis melalui pelacakan kontak (contact tracing) terhadap potensi kasus Covid-19 sebagai konsekuensi kembalinya pekerja migran ke Bali,” lanjut Abiyan.

Desa Adat juga dilibatkan pada penanganan dampak Covid-19 terhadap masyarakat dalam Jaring Pengaman Sosial (JPS). Hal itu tertuang dalam Pergub Bali Nomor 15 Tahun 2020 tentang paket kebijakan penanganan Covid-19.

“Pemerintah provinsi Bali menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap pendataan masyarakat miskin yang berbasis pada desa adat untuk diberikan bantuan pangan non-tunai,” jelas Abiyan.

Lebih lanjut, kunci sukses Bali terlihat dalam adanya lingkungan kemitraan yang mendorong ketahanan masyarakat setempat, salah satunya sinergi pemerintah dan perusahaan umum daerah (perumda). Sebut saja kemitraan pemerintah dengan perumda di bidang air minum dan pasar tradisional.

Beberapa Perumda yang mengelola air minum masyarakat menerapkan kebijakan penghapusan denda, segel, dan penyambungan kembali bagi warga yang terlambat membayar tagihan. Kebijakan itu berjalan selama 3 bulan dan menyasar lapisan masyarakat paling terdampak.

Sedangkan di Pasar Tradisional, pengelola perumda pasar memberikan potongan sebesar 50% untuk biaya sewa kios dan biaya operasional pasar (BOP). Pemeriksaan rutin terkait protokol kesehatan turut menjadi perhatian pihak pengelola.

Baca:  Pembukaan Sembilan Sektor Ekonomi Utamakan Aspek Kesehatan

Penanganan Covid-19 di Bali yang menerapkan beberapa modalitas tadi, diharapkan terus terjaga dalam menyambut tatanan kehidupa di era normal baru. “Apabila Bali cukup efektif dalam melewati transisi ini, maka Bali bukan hanya layak menjadi rujukan nasional, namun juga pantas menjadi rujukan kelas internasional untuk penanganan pandemi berikutnya.” Tutup Abiyan.

WhatsApp chat