Redam Dampak Covid-19, Pemerintah Tingkatkan Sinergi Antar Elemen Masyarakat

Home / Berita / Redam Dampak Covid-19, Pemerintah Tingkatkan Sinergi Antar Elemen Masyarakat

Jakarta, PKP Berdikari – Sebagai upaya menekan dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda tanah air, pemerintah berfokus pada empat aspek yang meliputi Kesehatan, Sosial, Ekonomi, dan Keuangan. Selain itu, pemerintah tengah meningkatkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dr. Moeldoko saat membuka Webinar bertema “Sinergi Gerak Masyarakat Menghadapi Dampak Adaptasi Kebiasaan Baru” yang diselenggarakan KSP pada Selasa, 23 Juni 2020.

Moeldoko menekankan, Kesehatan masih menjadi prioritas utama. Namun, aspek lainnya tidak ditinggalkan, melainkan berjalan beriringan. “Jadi tidak benar kalau pemerintah hanya mengedepankan aspek ekonomi saja,” Tegas Moeldoko.

Dampak dari penyebaran Covid-19 perlu diredam melalui strategi yang tepat sesuai dengan potensi yang dimiliki. Senada dengan Moeldoko, Deputi Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan manyampaikan pentingnya sinergi dalam kolaborasi Pentahelix berbasis komunitas.

“Pentahelix ini diambil dengan melibatkan semua pihak yang ada dalam komponen masyarakat maupun pemerintah,” tutur Lilik. Dalam gugus tugas sendiri, didalamnya bukan hanya BNPB namun sudah melingkupi hampir semua perwakilan dari Pentahelix, yakni pemerintah dan lembaga, Akademisi, Swasta, Masyarakat, dan Media.

Baca:  Presiden: Fokus Pada 3T dan Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Masyarakat dalam hal ini dapat mengambil peran penting, tidak hanya dalam permasalahan medis, melainkan masalah non-medis. “Termasuk masalah Edukasi, Sosialisasi, dan Mitigasi. Sehingga peran Tokoh Masyarakat, Agama, Budayawan, Partai Politik, hingga masyarakat di tingkat RT/RW,” lanjut Lilik.

Peran Masyarakat dalam melawan Covid-19 juga dapat dilihat dalam Gerakan Rakyat Bantu Rakyat yang diinisiasi Gugus Tugas Covid-19. Enam hal yang dilakukan dalam gerakan itu diantaranya Bantu Edukasi, Bantu Pangan, Bantu Pendataan, Bantu Ekonomi, Bantu Medis, dan Bantu Psikologi.

Organinasi kemasyarakatan juga dapat mengambil peran dalam meredam dampak pandemi, salah satunya contohnya Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Selama masa pandemi, Kowani telah aktif berkolaborasi dengan Gugus Tugas, dan juga melakukan setidaknya 60 kegiatan di berbagai daerah di Indonesia.

“Kowani juga menyiapkan tatanan kehidupan baru berbasis keluarga. Disini, perempuan yang juga sebagai seorang ibu, memiliki peran penting dalam struktur terkecil yaitu keluarga. Edukasi ini perlu disampaikan,” kata Ketum Kowani Giwo Rubianto.

Selain itu, Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial Rahmat Kusnandi menyatakan, Kemensos memiliki tenaga lapangan yang bisa disinergikan dalam menghadapi covid-19. “Kami punya Pendamping Program Keluarga Harapan hampir 39 ribu orang, Taruna Siaga Bencana (Tagana) 35 ribu orang, dan pilar-pilar sosial lainnya,” ujar Rahmat.

Baca:  Lima Arahan Presiden terkait Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru

Webinar yang dilakukan melalui aplikasi Zoom tersebut juga diisi oleh narasumber lain, seperti Wamendes Budi Arie Setiadi, Ketum Relawan Indonesia Bersatu Sandiaga Uno, dan Aktivis Keberlanjutan Jalal.

WhatsApp chat