Taruna Merah Putih Tegaskan Pesan Ideologis Pendiri Bangsa

Home / Berita / Taruna Merah Putih Tegaskan Pesan Ideologis Pendiri Bangsa

Jakarta, PKP Berdikari – Indonesia tengah menghadapi tantangan pada berbagai aspek kehidupan, utamanya dalam merespon pandemi covid-19. Dalam hal ini, Taruna Merah Putih (TMP)-Organisasi sayap PDI Perjuangan, mengajak generasi penerus bangsa menelisik kembali pesan ideologis Ir. Soekarno untuk tidak melupakan sejarah.

Hal itu merupakan tema yang diangkat dalam Webinar Nasional TMP “Jas Merah; Ciptakan Sejarah Positif Bagi Bangsa”, pada Minggu, 28 Juni 2020. Webinar tersebut dilakukan melalui sambungan Zoom dan platform YouTube dengan jumlah partisipasi mencapai 1.000 orang.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam sambutannya menekankan, agar para pemuda Indonesia menggembleng diri, membentuk sosok pemuda pejuang, pemuda pelopor, dan pemuda yang mewarisi seluruh semangat juang dari Bung karno.

“Kaum muda indonesia harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, menguasai ilmu-ilmu dasar, agar kita sebagai bangsa bisa menempuh cara bediri di atas kaki sendiri (Berdikari),” tegas Hasto.

Seruan yang disampaikan Hasto terkait penguasaan ilmu pengetahuan juga diamini oleh Dr. dr. Theresia Monica Rahardjo, peraih penghargaan MURI sebagai pelopor Terapi Plasma Konvalesen (TPK) untuk pengobatan Covid-19 di Indonesia.

“Dengan diterapkannya TPK di seluruh Indonesia, kini kita menjadi trendsetter, bukan lagi follower di dunia,” kata dr. Monica. Keberhasilan itu, lanjut dr. Monica, tidak terlepas dari ajaran Bung Karno tentang pentingnya membaca sejarah dalam menjawab tantangan bangsa.

“Saya memperhatikan sejarah, TPK telah digunakan saat flu spanyol 100 tahun lalu. Kemudian digunakan lagi pada penyakit infeksi lainnya, seperti MERS dan Flu burung,” lanjut dr. Monica. Berbekal ilmu pengetahuan tersebut, Ia terus mengembangkan TPK sebagai terapi pengobatan pasien Covid-19 di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengajak para generasi penerus untuk mengimplementasikan ajaran sang Plokamator. Menurut Ganjar, tantangan bagi para pemuda saat ini adalah bagaimana menerapkan pesan ideologis dengan spirit dan konsistensi.

“Konsistensi itu akan terukur nantinya, dari apa yang dipikirkan, apa yang diungkapkan, dari pernyataan, dan terakhir perbuatan. Maka pikiran, perkataan, perbuatan harus sejalan,” jelas Ganjar.

Selain itu, Ganjar Pranowo juga menekankan pentingnya jejaraing dan ilmu pengetahuan dalam menjawab tantangan bangsa. “Penyelesaian yang tidak tunggal, alias Pentahelix, harus dilakukan secara bersama-sama,” lanjut Ganjar. Pentahelix disini menrujuk pada pola komunikasi antar pemangku kepentingan, termasuk di dalamnya peran serta masyarakat umum.

Webinar yang berlangsung selama 3 jam itu dipandu oleh Ketua Umum DPP TMP Maruarar Sirait, dan dihadiri beberapa kepala daerah di Indonesia. Turut menjadi narasumber pada kegiatan itu antara lain; Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H. Maming, Pegiat Sosial Media Denny Siregar, dan Ketua OSIS SMA Taruna Nusantara I Kadek Suwisnawa Pridayana.

WhatsApp chat