Wujudkan Kemajuan Bangsa Lewat Pengembangan Wirausahawan Muda

Home / Berita / Wujudkan Kemajuan Bangsa Lewat Pengembangan Wirausahawan Muda

Jakarta, PKP Berdikari – Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UMKM menggelar Kuliah Kewirausahaan melalui sambungan Zoom di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020. Kegiatan berjudul “Mengembangkan Talenta Muda untuk Indonesia” itu diikuti oleh lebih dari 5.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dalam sambutannya mengatakan, lembaga yang Ia pimpin tengah mengerjakan 5 program prioritas yang sejalan dengan Visi Misi Presiden dan Wakil Presiden RI.

Kelima program tersebut diantaranya perbaikan tata kelola dan peningkatan kecepatan pelayanan publik, pemberdayaan pemuda, penguatan ideologi Pancasila, pemasyarakatan olahraga, dan pembinaan usia dini serta peningkatan prestasi atlet yang berkesinambungan.

Poin pemberdayaan pemuda menjadi fokus Kemenpora yang sedang gencar dilakukan. Tujuannya adalah membentuk karakter pemuda yang kreatif, inovatif, mandiri dan berdaya saing, sekaligus menumbuhkna minat berwirausaha. “Yang kita lakukan adalah penumbuhan minat. Tanpa ada minat kesitu, para pemuda akan sulit dikembangkan ke arah wirausaha,” tegas Menteri Zainudin Amali.

Kemenpora menargetkan, kegiatan pelatihan kewirausahaan tahun 2020 ini akan melahirkan sekitar 5.000 Kader Wirausaha Muda. Selain itu, Kemenpora juga tengah menyiapkan 34 Sentra Kewirausahaan Pemuda, dan tidak kurang dari 470 akses permodalan.

“Kita harapkan setelah acara ini, pemuda kita menjadi mandiri, bahkan menyediakan lapangan pekerjaan bagi pemuda lainnya,” lanjut Menteri Zainudin Amali.

Senada dengan Meteri Zainudin, Dosen School of Business and Management ITB Dwi Larso menyoroti pentingnya penyediaan lapangan kerja melalui kewirausahaan. Ia menekankan hal terpenting adalah berapa banyak bisnis baru yang diciptakan masyarakat pada satuan waktu tertentu.

Data Total Enterpreneurial Activity (TEA) Index yang menggambarkan jumlah penambahan bisnis baru per 100 ribu penduduk dalam tahun, Indonesia hanya berada di angka 13,2. Artinya, hanya ada penambahan sekitar 13 bisnis baru setiap tahunnya. “Padahal kemajuan bangsa ini tergantung pada bisnis yang ada, yang diciptakan oleh masyarakat itu,” ujar Dwi Larso.

Untuk dapat menumbuhkan jumlah wirausaha di Indonesia, lanjut Dwi Larso, dibutuhkan ekosistem kewirausahaan yang baik. Di dunia pendidikan, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta harus bisa memanfaatkan kebijakan Kampus Merdeka. Disamping itu, koordinasi antar kementerian serta keterlibatan pihak Swasta dan BUMN perlu terus di dorong.

Kegiatan ini juga melibatkan narasumber lain, salah satunya Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UMKM, mewakili Menteri Teten Masduki yang berhalangan hadir. Hadir pula mantan pemenang program Wirausaha Muda Pemula Kemenkop tahun 2018 Ryan Angkawijaya. Ia membagikan pengalaman dalam membangun usaha, hingga kini mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat.

WhatsApp chat